Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Nasional

Ancaman Kekeringan Meluas, Legislator Usul Sumur Darurat dan Modifikasi Cuaca

Bambang HandayaniDiterbitkan 1 Agu 2026 - 07.19 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ancaman Kekeringan Meluas, Legislator Usul Sumur Darurat dan Modifikasi Cuaca
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, kembali mengingatkan pemerintah untuk tidak lengah dalam menyikapi ancaman kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Peringatan ini disampaikannya pada Sabtu (1/8/2026), seiring dengan semakin meluasnya krisis air bersih. Menurut Daniel, pihak legislatif sebenarnya telah berulang kali memberikan peringatan terkait potensi bencana tersebut. Ia menegaskan bahwa situasi saat ini sudah bergeser dari sekadar tahap pencegahan menuju tahap pengendalian dampak, mengingat masyarakat di berbagai daerah telah merasakan dampak kekeringan secara langsung.

Kekhawatiran tersebut semakin kuat setelah melihat proyeksi dari para pakar iklim mengenai fenomena El Nino. Ancaman perubahan iklim ini diprediksi menjadi yang paling kuat dalam kurun waktu 150 tahun terakhir. Kondisi ini merupakan faktor alam yang mengharuskan negara melakukan antisipasi melalui berbagai cara. Di lapangan, dampak nyata sudah terlihat jelas. Di sejumlah wilayah, khususnya di Kalimantan, curah hujan dilaporkan nyaris tidak turun selama hampir dua bulan. Akibat kondisi tersebut, titik-titik panas serta kabut asap mulai bermunculan di wilayah tersebut.

Tidak hanya di luar Pulau Jawa, krisis serupa juga menghantam wilayah lain. Laporan mengenai 93 kecamatan di Jawa Barat yang saat ini dilanda kekeringan dinilai sebagai alarm keras bagi semua pihak. Fenomena ini menunjukkan bahwa krisis telah memasuki fase yang membutuhkan respons cepat dari para pemangku kepentingan. Oleh karena itu, Daniel Johan mengusulkan dua langkah mitigasi utama yang harus segera dieksekusi untuk membantu warga yang terdampak.

Baca Juga

AHY Ungkap Masih Ada Lebih dari 7.000 Titik Kawasan Kumuh di Indonesia

AHY Ungkap Masih Ada Lebih dari 7.000 Titik Kawasan Kumuh di Indonesia

Langkah pertama yang diusulkan adalah pembuatan atau pengeboran sumur darurat guna memenuhi kebutuhan air harian masyarakat. Meski demikian, ia memberikan catatan penting bahwa proses ini harus dikendalikan dengan sangat hati-hati. Pengeboran yang tidak terkendali berisiko memicu degradasi air tanah dalam jangka panjang, sehingga solusi darurat saat ini tidak boleh menjadi masalah baru di masa depan. Langkah kedua adalah segera melakukan rekayasa atau modifikasi cuaca untuk memicu turunnya hujan buatan. Prioritas utama modifikasi cuaca ini ditujukan pada wilayah-wilayah yang paling parah terdampak kekeringan serta area yang memiliki banyak titik api.

Untuk memastikan upaya mitigasi berjalan lancar, Daniel mendorong adanya koordinasi lintas lembaga yang melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Pertanian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pemerintah daerah. Penanganan yang bersifat sektoral harus dihindari agar langkah mitigasi dapat dipercepat secara terkoordinasi. Lebih lanjut, ia juga mendorong dukungan politik anggaran dengan melakukan realokasi dana dari sektor lain untuk mendanai penanganan kekeringan. Mengingat ancaman terhadap ketahanan pangan dan produksi pertanian sangat besar, ketersediaan anggaran dinilai sangat krusial.

Sementara itu, Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, pada Jumat (31/7) menyampaikan bahwa puncak musim kemarau pada tahun 2026 diprediksi terjadi pada bulan Agustus hingga September. Berdasarkan pemetaan BMKG, sebagian besar wilayah di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, dan Sulawesi bagian selatan merupakan daerah dengan potensi kekeringan tertinggi. Di wilayah-wilayah tersebut, tingkat curah hujan diperkirakan masih akan berada di bawah batas normal hingga awal Oktober mendatang.

Baca Juga

Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran, Undip Soroti Pengurangan Emisi dan Keberlanjutan

Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran, Undip Soroti Pengurangan Emisi dan Keberlanjutan

Setiap daerah memiliki tingkat kerentanan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pulau Jawa menjadi salah satu kawasan paling rentan karena selain mengalami curah hujan di bawah normal hingga Oktober, wilayah ini merupakan pusat aktivitas pertanian sekaligus dihuni oleh populasi penduduk yang sangat padat sehingga kebutuhan airnya sangat tinggi. Di sisi lain, Bali dan Nusa Tenggara diproyeksikan menghadapi musim kemarau yang cukup panjang. Secara klimatologis, kedua kawasan ini memang lebih sering mengalami kekeringan, yang pada akhirnya diprediksi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi serupa juga mengancam Pulau Kalimantan. Terutama di wilayah selatan dan tengah, curah hujan yang berada di bawah normal berpotensi meningkatkan jumlah titik panas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan secara luas. Adapun di wilayah Sulawesi Selatan, BMKG memperkirakan daerah tersebut masih akan mengalami defisit hujan hingga bulan September. Setelah melewati puncak kemarau, awal musim hujan diprediksi akan mulai memasuki sebagian wilayah barat Indonesia pada bulan Oktober, dan akan terus meluas pada bulan November.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BMKGdpr rikekeringanModifikasi Cuacakemarau 2026

Berita Terbaru Lainnya

Respons Bahlil Soal Fahd Arafiq Jadi Tersangka KorupsiAHY Ungkap Masih Ada Lebih dari 7.000 Titik Kawasan Kumuh di IndonesiaSoal Setoran Dividen Rp 120 Triliun, Bos Danantara Mau Bertemu Menkeu BaruKeputusan Bisnis Selalu Meleset? Kuasai Business Acumen Agar Strategi Lebih TepatViral Rombongan Moge Cekcok dengan Pengendara Mobil di Ciputat, Tangsel, Ini Klarifikasi MBCI BogorBGN Suspend 1.276 SPPG, 654 Diusulkan Tutup PermanenMIND ID Perkuat Kontribusi Penerimaan Negara lewat Pengelolaan MineralPengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran, Undip Soroti Pengurangan Emisi dan Keberlanjutan

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap