Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Anggaran Makan Bergizi Gratis 2027 Diperkirakan Tersisa Rp50 Triliun Tanpa Pos Pendidikan

Yolanda TobanDiterbitkan 4 Agu 2026 - 20.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Anggaran Makan Bergizi Gratis 2027 Diperkirakan Tersisa Rp50 Triliun Tanpa Pos Pendidikan
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Rencana alokasi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2027 berpotensi mengalami penyesuaian signifikan menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, memperkirakan bahwa anggaran untuk program tersebut hanya akan tersisa sekitar Rp40 triliun hingga Rp50 triliun apabila tidak mengambil porsi dari pos anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
APBN
). Pernyataan tersebut disampaikan oleh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini saat memberikan keterangan di kompleks parlemen pada Senin (3/8).

Perkiraan sisa anggaran sebesar Rp40-50 triliun tersebut menunjukkan perbedaan yang sangat mencolok jika dibandingkan dengan usulan pagu indikatif awal. Berdasarkan jumlah pagu indikatif yang telah diajukan sebelumnya, anggaran untuk program MBG pada tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp268 triliun. Namun, Charles Honoris menegaskan bahwa angka tersebut belum bersifat final. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga saat ini belum memutuskan total alokasi pos anggaran untuk program MBG di tahun 2027, karena usulan pagu indikatif tersebut memang belum resmi disetujui atau diketok oleh parlemen.

Penyesuaian anggaran ini merupakan konsekuensi langsung dari putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 40/PUU-XXIV/2026. Dalam putusan tersebut, Mahkamah Konstitusi secara tegas melarang dana pendidikan yang tercantum di dalam APBN digunakan untuk membiayai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa program MBG tidak dapat dikategorikan sebagai komponen utama dalam penyelenggaraan pendidikan. Oleh karena itu, segala bentuk pembiayaan untuk program MBG harus dipisahkan sepenuhnya dari pos anggaran operasional pendidikan agar tidak mengganggu alokasi dana yang sudah ditetapkan untuk sektor tersebut.

Baca Juga

Pria di Kapuas Bakar Kamar Kos akibat Perselisihan Asmara, Empat Orang Terluka

Pria di Kapuas Bakar Kamar Kos akibat Perselisihan Asmara, Empat Orang Terluka

Perkara ini bermula dari permohonan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi oleh Yayasan Taman Belajar Nusantara. Dalam argumennya, pihak pemohon menilai bahwa penggunaan anggaran pendidikan untuk mendanai program MBG bertentangan secara nyata dengan Pasal 31 ayat (4) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Konstitusi telah mengamanatkan secara tegas bahwa anggaran pendidikan wajib dialokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN. Yayasan Taman Belajar Nusantara berpendapat bahwa dana pendidikan tersebut harus diprioritaskan demi memenuhi kebutuhan inti penyelenggaraan pendidikan nasional. Kebutuhan inti tersebut mencakup peningkatan kualitas pembelajaran, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, penyediaan sarana dan prasarana sekolah, serta pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa.

Meskipun Mahkamah Konstitusi memberikan tenggat waktu agar putusan pelarangan penggunaan dana pendidikan ini berlaku paling lambat pada tahun 2028, Charles Honoris berharap agar putusan tersebut sudah bisa diterapkan sepenuhnya pada tahun 2027. Harapan ini didasarkan pada momentum pembahasan anggaran di mana usulan pagu indikatif untuk MBG tahun 2027 sendiri hingga kini belum resmi disahkan oleh DPR. Dengan demikian, penyesuaian pos anggaran dapat dilakukan lebih awal demi mematuhi putusan hukum yang berlaku.

Baca Juga

Toyota Kembangkan New Hilux Generasi Kesembilan dengan Empat Pembaruan Utama

Toyota Kembangkan New Hilux Generasi Kesembilan dengan Empat Pembaruan Utama

Lebih lanjut, Charles Honoris menyatakan dukungannya terhadap peninjauan ulang secara menyeluruh terhadap anggaran program MBG agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan lebih efisien. Politikus PDIP tersebut mengungkapkan kekhawatirannya atas adanya praktik belanja yang dinilai tidak terarah atau ugal-ugalan pada masa lalu. Ia menyoroti beberapa contoh pengeluaran yang tidak tepat sasaran, seperti pembelian sepeda motor dalam jumlah yang sangat besar. Selain tidak tepat sasaran, Charles juga menyebutkan adanya indikasi penggelembungan harga atau mark-up dalam anggaran belanja tersebut, sehingga evaluasi ketat sangat diperlukan agar anggaran negara dapat digunakan secara bertanggung jawab.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

mahkamah konstitusiMakan Bergizi GratisAPBNpendidikanKomisi IX DPR

Berita Terbaru Lainnya

Pria di Kapuas Bakar Kamar Kos akibat Perselisihan Asmara, Empat Orang TerlukaToyota Kembangkan New Hilux Generasi Kesembilan dengan Empat Pembaruan UtamaBelanja Negara Capai Rp 1.656 Triliun hingga Triwulan II 2026, Didorong Program Makan Bergizi GratisRiset Mahasiswa Ungkap Peluang Ekonomi dan Tantangan Rantai Pasok Program MBG di DesaMalaysia dan Australia Dominasi Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia per Juni 2026IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.253 pada Perdagangan Senin PagiRupiah Dibuka Melemah ke Rp18.026 per Dolar AS Pagi IniPresiden Prabowo dan PM Thailand Anutin Perkuat Kemitraan Strategis di Jakarta

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

Hukum & Kriminal

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap