Operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda hingga kini masih belum membuahkan hasil. Menyikapi perkembangan di lapangan, Tim SAR gabungan memutuskan untuk mempersempit radius area pencarian dari yang sebelumnya seluas sekitar 6.649 nautical miles square (NM虏) menjadi sekitar 3.652 NM虏.
Keputusan penyempitan area operasi tersebut dilakukan berdasarkan hasil analisis pemodelan Search and Rescue Map (SARMAP) milik Basarnas yang dikombinasikan secara terpadu dengan data dari Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal). Melalui integrasi data tersebut, pemodelan memperhitungkan arah serta pola pergerakan arus laut secara rinci untuk memperkirakan kemungkinan lokasi dan pergeseran rombongan korban yang diduga hanyut atau terbawa arus perairan.
Letkol (P) Wawan Subagyo Mardani menjelaskan bahwa arah maupun kecepatan angin di kawasan perairan dapat mengalami perubahan dinamis setiap hari bahkan setiap jam. Kondisi cuaca dan perairan yang terus berubah tersebut menjadikan hasil pemodelan SARMAP dan data Pushidrosal sebagai acuan utama bagi Tim SAR dalam memetakan, membagi, dan mengalokasikan sektor-sektor pencarian agar lebih terarah serta efektif.
Kebakaran Hutan Kalbar Meluas, Tembus 48 Ribu Hektare

Selain hasil pemodelan teknis, penetapan fokus wilayah pencarian baru ini juga didasari oleh temuan fisik di lapangan. Kasi Ops Basarnas Banten Rizki Dwiyanto menyampaikan bahwa sektor tersebut difokuskan karena Tim SAR gabungan sebelumnya telah menemukan sejumlah barang milik korban di area tersebut pada pelaksanaan operasi pencarian hari-hari sebelumnya.
Dalam memaksimalkan proses penyisiran di zona prioritas tersebut, Tim SAR gabungan terus memantau dan mengacu pada informasi kondisi arus laut serta ketinggian gelombang terkini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Fakta-Fakta KMP Virgo Transport 8 Terbalik dan Tenggelam di Laut Jawa

Di samping pengerahan operasi pencarian di wilayah perairan, Tim SAR gabungan juga menggelar penyisiran melalui jalur darat. Operasi pemantauan pesisir tersebut dilakukan dengan menyisir kawasan garis pantai mulai dari Pantai Carita di wilayah Kabupaten Pandeglang hingga menjangkau kawasan Pantai Anyer di Kabupaten Serang.






