Luas area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat telah menembus 48.536,73 hektare. Angka tersebut merupakan akumulasi dari sistem pemantauan SiPongi serta hasil pengukuran langsung yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di lapangan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan, data SiPongi mencatat luas lahan terbakar di Kalbar mencapai lebih dari 38.310 hektare hingga 31 Juli 2026. Selain itu, verifikasi pengukuran lapangan BNPB mendapati tambahan area terbakar seluas lebih dari 10.224 hektare.
Wamen ATR Buka Suara soal OTT KPK, Kami Hormati Proses Hukum

Berdasarkan data terkini per 14 September 2026, BNPB mencatat 19 titik kebakaran baru dengan estimasi luasan terbakar melebihi 261 hektare. Upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan melalui jalur darat dan udara. Satuan tugas darat tercatat berhasil menangani lebih dari 175 hektare, sementara operasi water bombing memadamkan lebih dari 5 hektare. Namun hingga Selasa (15/9/2026), masih terdapat lebih dari 80 hektare lahan yang belum padam.
Upaya penanggulangan karhutla saat ini menghadapi hambatan tebalnya asap. BNPB mencatat jarak pandang merosot hingga di bawah 1 kilometer di berbagai wilayah, meliputi Pontianak, Mempawah, Melawi, Sambas, Ketapang, Kubu Raya, Sintang, Kapuas Hulu, dan Singkawang.
KPK Beberkan Penyitaan Rp 106,3 M di Kasus Korupsi HGB Summarecon

Penurunan jarak pandang ekstrem tersebut berdampak pada penundaan operasi udara. Bantuan helikopter dari Jepang yang telah tiba di Kalimantan Barat belum dapat diterbangkan untuk pemadaman, mengingat unit tersebut memerlukan jarak pandang operasional aman antara 3.500 hingga 5.000 meter.






