Sekitar 319,95 hektare lahan yang terbakar di Kalimantan Timur belum berhasil dipadamkan hingga 14 September 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa sebagian dari area kebakaran yang masih membara tersebut berada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Berdasarkan pemantauan pada 14 September 2026, terpantau 20 titik api (fire spot) di Kalimantan Timur dengan estimasi luasan terbakar mencapai 701,27 hektare. Dari total area tersebut, tim gabungan telah menuntaskan pemadaman di lahan seluas 381,32 hektare. Rinciannya mencakup 358,32 hektare yang dipadamkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Darat dan sekitar 23 hektare melalui operasi pemadaman udara (water bombing).
Wamen ATR Buka Suara soal OTT KPK, Kami Hormati Proses Hukum

Untuk mempercepat pengendalian api di lapangan, sebanyak 4.392 personel Satgas Darat dan dua unit helikopter water bombing dikerahkan oleh BNPB di wilayah Kalimantan Timur. Meski ratusan hektare lahan masih terbakar, jarak pandang di kawasan Kaltim dilaporkan masih relatif normal pada rentang 8 hingga 10 kilometer dengan kabut asap yang minim, serta operasional penerbangan masih berjalan lancar.
Secara kumulatif, luas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur hingga 14 September 2026 telah menembus 5.761 hektare. Data tersebut dihimpun dari rekaman sistem SiPongi seluas 2.715,76 hektare hingga 31 Juli 2026, ditambah hasil pengukuran langsung di lapangan sebesar 3.045,81 hektare sepanjang 1 Agustus hingga 14 September 2026.
KPK Beberkan Penyitaan Rp 106,3 M di Kasus Korupsi HGB Summarecon

Kalimantan Timur merupakan salah satu dari enam wilayah prioritas pemerintah dalam penanganan karhutla, bersama Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Jambi, dan Riau. Upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran terus difokuskan guna mencegah perluasan titik api di area strategis IKN dan sekitarnya.






