JAKARTA — Para produsen benih tanaman di Indonesia menyuarakan kebutuhan yang mendesak terkait dukungan pembiayaan dari sektor perbankan serta insentif perpajakan dari pemerintah. Kebutuhan akan dukungan finansial dan kebijakan fiskal ini ditujukan secara spesifik untuk mendanai berbagai kegiatan penelitian serta penciptaan varietas benih unggul bersertifikat baru di dalam negeri. Langkah strategis yang didorong oleh para produsen benih ini dinilai sebagai bagian integral dari upaya bersama untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo) menegaskan bahwa ketersediaan benih yang berkualitas melalui proses penelitian pemuliaan tanaman yang berkesinambungan menjadi salah satu pilar utama dalam mencapai target peningkatan produksi pangan di Indonesia.
Isu strategis mengenai pembiayaan penelitian benih tanaman dan pengembangan varietas unggul ini menjadi sorotan utama dalam program siaran televisi Squawk Box CNBC Indonesia. Dalam tayangan berita ekonomi dan bisnis yang mengudara pada hari Kamis, 30 Juli 2026 tersebut, jurnalis Shania Alatas melakukan ulasan mendalam bersama Ketua Umum Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo), Ayub Darmanto. Diskusi komprehensif dalam siaran Squawk Box CNBC Indonesia ini mengupas tuntas komitmen para pelaku industri perbenihan serta tantangan nyata yang mereka hadapi dalam upaya memproduksi varietas benih tanaman yang unggul guna memenuhi kebutuhan sektor pertanian nasional.








