Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Aturan Logam Tanah Jarang Hambat Ekspor Nikel, Ratusan Kapal Tertahan di Pelabuhan

Marthen PalutunganDiterbitkan 31 Jul 2026 - 16.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Aturan Logam Tanah Jarang Hambat Ekspor Nikel, Ratusan Kapal Tertahan di Pelabuhan
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia secara resmi telah melarang ekspor 18 jenis Logam Tanah Jarang (LTJ) beserta senyawanya yang memiliki tingkat kemurnian di bawah 99 persen. Kebijakan pembatasan ini diatur secara langsung melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2026. Pemberlakuan aturan baru mengenai ekspor komoditas tambang di Indonesia tersebut memicu hambatan besar bagi para pelaku usaha, khususnya yang berada di sektor industri nikel. Kebijakan pemerintah yang membatasi pengiriman tersebut kini berdampak secara signifikan pada mandeknya aktivitas pengapalan komoditas di berbagai wilayah.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Akibat implementasi regulasi dari pemerintah tersebut, setidaknya terdapat 120 kapal komoditas yang saat ini tidak dapat berlayar atau keluar dari pelabuhan. Penahanan ratusan kapal komoditas tersebut terjadi karena berkaitan erat dengan adanya kewajiban untuk melakukan pengujian kandungan LTJ pada muatan yang akan diekspor. Kondisi penahanan kapal ini dinilai sangat memberatkan para pengusaha tambang yang tengah berupaya keras menjaga kelancaran rantai pasok mereka ke pasar global.

Ketua Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Arif Perdanakusumah, mengungkapkan bahwa industri nikel saat ini sedang menghadapi tekanan yang sangat luar biasa dari berbagai arah. Selain menghadapi hambatan regulasi domestik yang membingungkan, sektor industri ini juga terpukul keras oleh memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik di wilayah tersebut secara langsung mendongkrak biaya produksi industri akibat lonjakan harga komoditas energi, seperti minyak bumi dan batu bara. Selain itu, kondisi tersebut juga menyebabkan terganggunya jalur logistik secara keseluruhan.

Baca Juga

IHSG Dibuka Menguat 0,54 Persen, Kembali Tembus Level 6.200

IHSG Dibuka Menguat 0,54 Persen, Kembali Tembus Level 6.200

Dari dalam negeri, para pengusaha nikel juga harus menghadapi tekanan tambahan yang tidak kalah berat dan sangat memengaruhi operasional perusahaan. Tekanan tersebut mencakup adanya perubahan kebijakan pajak royalti serta persyaratan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang dinilai cukup menantang untuk dipenuhi oleh para pelaku usaha. Adanya kewajiban baru terkait pengujian kandungan LTJ ini pun semakin memperpanjang daftar hambatan operasional yang harus segera diselesaikan oleh pelaku usaha di tanah air agar industri tetap dapat berjalan dengan lancar.

Persoalan yang terjadi saat ini kian meruncing lantaran dipicu oleh belum adanya regulasi yang jelas mengenai tata kelola serta ambang batas kandungan LTJ dalam komoditas mineral. Kekosongan aturan operasional yang mendetail ini memicu ketidakpastian yang besar di lapangan. Salah satu dampak nyatanya adalah terjadinya serangkaian tindakan penegakan hukum, seperti penangkapan kapal di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Padahal, menurut informasi yang beredar, pemeriksaan serupa terkait komoditas tersebut sebenarnya sudah dilakukan di wilayah Bangka Belitung (Babel).

Baca Juga

Pjs Gubernur BI Destry Damayanti Sebut Dunia Akan Hadapi Era Suku Bunga Tinggi

Pjs Gubernur BI Destry Damayanti Sebut Dunia Akan Hadapi Era Suku Bunga Tinggi

Menanggapi situasi yang meresahkan dunia usaha tambang ini, Ketua Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Bambang Patijaya, secara tegas meminta agar pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan segera duduk bersama. Langkah koordinasi ini dinilai sangat mendesak terutama dalam rangka menyelesaikan polemik tertahannya ekspor sejumlah produk mineral olahan, seperti nickel pig iron (NPI), akibat persoalan tata kelola LTJ. Bambang menekankan pentingnya mencari solusi cepat agar aktivitas ekonomi dan industri tidak terus terganggu oleh permasalahan administratif yang belum tuntas.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman turut memberikan perhatian serius terhadap isu terhambatnya ekspor mineral yang mengandung LTJ sebagai mineral ikutan. Dudung secara tegas menyatakan bahwa selama regulasi yang mengatur ambang batas dan tata kelola kandungan LTJ belum diterbitkan secara resmi, aparat penegak hukum di lapangan tidak boleh membuat penafsiran sendiri. Penafsiran sepihak dari aparat dinilai menjadi penyebab utama terhambatnya kegiatan ekspor komoditas mineral saat ini. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan segera menyelaraskan aturan agar kepastian hukum bagi para pelaku usaha dapat segera terwujud tanpa mengorbankan industri.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekspordpr riLogam Tanah JarangNikelKSPPermendag

Berita Terbaru Lainnya

KPK Tahan Empat Tersangka Kasus Korupsi Asuransi Perkapalan Pelni di Jasindo, Kerugian Negara Capai Rp15,6 MiliarKPK Tahan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Asuransi Perkapalan Pelni dan JasindoKuasa Hukum Eks Jampidsus Minta Kejagung Ungkap Pemilik 74 Kg EmasIHSG Dibuka Menguat 0,54 Persen, Kembali Tembus Level 6.200Pjs Gubernur BI Destry Damayanti Sebut Dunia Akan Hadapi Era Suku Bunga TinggiBEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham 72 Emiten Akibat Telat Sampaikan Laporan KeuanganEkspor Tersandera Aturan Logam Tanah Jarang, Pelaku Usaha Tambang Nikel Desak Kepastian RegulasiRudal Rusia Meledak di Polandia, NATO Kerahkan Jet Tempur F-16

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap