Berita Viral Terkini

Badai Sentimen Global Seret IHSG hingga Asing Catat Net Sell Ratusan Miliar

Wahyu SuryaniPublished 25 Jul 2026 - 17.501 Reads
Bagikan WhatsAppX
Badai Sentimen Global Seret IHSG hingga Asing Catat Net Sell Ratusan Miliar
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pasar saham Indonesia terpaksa tunduk pada tekanan eksternal yang datang bertubi-tubi pada perdagangan akhir pekan. Kombinasi memanasnya tensi geopolitik global dan ancaman proteksionisme perdagangan Amerika Serikat sukses memicu kepanikan investor. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terperosok cukup dalam pada penutupan sesi pertama hari Jumat, 24 Juli 2026. Pelemahan ini sebagian besar didorong oleh aksi lego massal terhadap saham-saham berkapitalisasi pasar jumbo yang biasanya menjadi penopang indeks.

Hingga jeda siang, IHSG terpantau anjlok hingga 1,75 persen dan mendarat di level 6.204,63. Dominasi warna merah di papan perdagangan sangat terlihat jelas, di mana sebanyak 594 saham bergerak melemah. Sebaliknya, hanya ada 80 saham yang mampu bertahan di zona hijau, sementara 115 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Aktivitas perdagangan pada sesi ini terbilang sangat padat dengan nilai transaksi keseluruhan menembus Rp10,51 triliun, yang melibatkan volume perdagangan sebanyak 24,61 miliaran lembar saham melalui 1,46 juta kali transaksi.

Sentimen negatif yang membayangi pasar kali ini memang cukup berat. Dari sektor energi, lonjakan harga minyak mentah dunia yang melewati angka US$100 per barel akibat konflik di Timur Tengah menjadi kekhawatiran utama. Di sisi lain, kebijakan tarif impor baru sebesar 10 persen hingga 12,5 persen yang dicanangkan Presiden AS Donald Trump terhadap puluhan mitra dagang, termasuk Indonesia, kian memperburuk prospek ekspor. Tekanan ini membuat seluruh sektor saham melemah berjamaah, dipimpin oleh kemerosotan saham perbankan raksasa serta emiten besar seperti BMRI, AMMN, BREN, BRPT, BRMS, dan BUMI.

Also Read

Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Layanan Hukum demi Lindungi UMKM dan Musisi

Kepanikan pasar domestik ini juga diikuti oleh langkah mundur dari para pemodal internasional. Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas, investor asing membukukan penjualan bersih atau net foreign sell senilai Rp759,46 miliar di seluruh pasar sepanjang paruh pertama hari perdagangan. Total nilai transaksi pemodal asing sendiri mencapai Rp6,54 triliun, yang terdiri atas aksi beli sebesar Rp2,89 triliun dan aksi jual yang lebih dominan sebesar Rp3,65 triliun.

Saham perbankan pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), menjadi sasaran pelepasan terbesar oleh investor asing dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp386,06 miliar. Kelompok saham komoditas dan infrastruktur juga tidak luput dari aksi lego ini. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) mencatatkan penjualan bersih asing sebesar Rp142,89 miliar, disusul oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) senilai Rp123,37 miliar, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp113,07 miliar. Saham lain seperti PTRO dilepas Rp55,68 miliar, AMMN sebesar Rp43,90 miliar, DEWA senilai Rp43,49 miliar, TINS Rp30,17 miliar, ENRG Rp26,34 miliar, dan DSSA sebesar Rp25,73 miliar.

Also Read

Ketegangan Jalur Pelayaran Global Menjaga Harga Minyak di Dekat Level Seratus Dolar

Kendati demikian, di tengah badai penjualan tersebut, tidak semua saham dijauhi oleh pemodal global. Menariknya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) justru tampil sebagai magnet utama dengan nilai pembelian bersih asing yang sangat signifikan, yakni mencapai Rp176,97 miliar. Beberapa saham unggulan lain juga masih dikoleksi secara terbatas, seperti PT Astra International Tbk. (ASII) senilai Rp36,34 miliar, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp34,17 miliar, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Rp13,42 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) Rp11,06 miliar, serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) senilai Rp10,22 miliar.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca