Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

Bank Sentral AS Tahan Suku Bunga di Kisaran 3,50%-3,75%, Ini Dampaknya terhadap Bitcoin

Togar SiregarDiterbitkan 1 Agu 2026 - 07.47 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bank Sentral AS Tahan Suku Bunga di Kisaran 3,50%-3,75%, Ini Dampaknya terhadap Bitcoin
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), kembali mengambil langkah penting dalam penentuan kebijakan moneter terbarunya. Berdasarkan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada bulan Juli 2026, otoritas moneter tersebut memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan mereka di kisaran 3,50%-3,75%. Keputusan penahanan suku bunga ini menandai langkah kelima secara berturut-turut yang diambil oleh The Fed dalam kurun waktu lima bulan terakhir untuk tidak mengubah tingkat suku bunga utama mereka.

Langkah penahanan suku bunga kali ini tidak diambil secara mutlak tanpa adanya perbedaan pendapat. Di dalam internal bank sentral AS, terdapat perbedaan pandangan yang cukup mencolok mengenai arah kebijakan moneter. Hal ini tecermin dari hasil pemungutan suara para pejabat The Fed yang terbelah menjadi dua kubu dengan perbandingan 9 berbanding 3. Perbedaan perolehan suara tersebut secara langsung memperlihatkan adanya dinamika serta perbedaan pandangan di internal The Fed mengenai langkah ekonomi yang harus ditempuh.

Meskipun terdapat perbedaan pandangan yang cukup jelas di internal bank sentral, reaksi pasar keuangan terhadap pengumuman hasil rapat FOMC terpantau cenderung terbatas. Pergerakan pasar yang tidak terlalu bergejolak ini dinilai sebagai sinyal bahwa keputusan The Fed sudah diantisipasi sebelumnya. Menanggapi situasi pergerakan pasar tersebut, Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, memberikan pandangannya melalui sebuah keterangan tertulis pada Jumat (31/7/2026) mengenai dampak kebijakan bank sentral AS terhadap pasar keuangan, khususnya pergerakan aset kripto seperti Bitcoin.

Baca Juga

Pertamina Minta Maaf soal Antrean Panjang di SPBU Makassar

Pertamina Minta Maaf soal Antrean Panjang di SPBU Makassar

Menurut penilaian dari Indodax, dampak yang sangat terbatas pada pergerakan harga Bitcoin menunjukkan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga acuan ini telah sesuai dengan ekspektasi para pelaku pasar. Aloysia Dian menjelaskan bahwa ketika hasil keputusan FOMC selaras dengan apa yang telah diperkirakan, ruang bagi terjadinya volatilitas harga akibat kejutan kebijakan moneter cenderung berkurang. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen pasar sejatinya terbentuk dari kombinasi berbagai macam faktor, dan bukan hanya bergantung pada satu indikator semata.

Lebih lanjut, pelaku pasar saat ini dinilai masih terus mencermati perkembangan rilis data ekonomi terbaru yang nantinya akan menjadi acuan bagi arah kebijakan moneter The Fed berikutnya. Bagi pasar, hal yang terpenting bukan sekadar apakah suku bunga akan dinaikkan atau dipertahankan, melainkan seberapa besar tingkat kepastian yang dapat diberikan oleh bank sentral terhadap arah kebijakan di masa mendatang. Arah kebijakan moneter Amerika Serikat tetap memegang peranan krusial karena setiap perubahan secara langsung akan memengaruhi likuiditas, biaya pendanaan, serta preferensi para investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Dalam menghadapi kondisi pasar yang sangat dipengaruhi oleh dinamika kebijakan makroekonomi, Aloysia Dian menyarankan agar para investor tidak hanya terpaku pada fluktuasi harga dalam jangka pendek. Ia merekomendasikan para pelaku pasar untuk tetap disiplin dalam menjalankan strategi investasi yang sesuai dengan tujuan serta profil risiko masing-masing. Salah satu pendekatan investasi teratur yang disarankan untuk dipertimbangkan oleh para investor di tengah situasi saat ini adalah metode Dollar Cost Averaging (DCA).

Baca Juga

BEI Mulai Terapkan Skema Transaksi Short Selling secara Bertahap

BEI Mulai Terapkan Skema Transaksi Short Selling secara Bertahap

Strategi DCA dapat dilakukan dengan cara berinvestasi secara rutin dan berkala menggunakan nominal dana yang tetap, tanpa memedulikan naik turunnya harga aset dalam jangka waktu yang singkat. Penerapan strategi ini dinilai sangat membantu dalam mengurangi risiko saat melakukan pembelian aset pada satu titik harga tertentu, yang sering dikenal dengan istilah market timing. Metode DCA juga dianggap relevan untuk meredam volatilitas pasar dalam jangka panjang karena memungkinkan investor untuk masuk ke pasar secara bertahap.

Melihat kondisi pasar saat ini, pendekatan bertahap di tengah volatilitas menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga portofolio investasi. Namun, terlepas dari strategi investasi apa pun yang nantinya dipilih, Aloysia Dian secara tegas mengingatkan bahwa para investor wajib senantiasa menerapkan prinsip Do Your Own Research (DYOR). Riset mandiri secara mendalam sangat diperlukan agar setiap keputusan investasi yang diambil benar-benar didasarkan pada pemahaman yang memadai mengenai risiko dan potensi aset di pasar kripto.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

suku bungaBitcoinKriptoIndodaxThe FedFOMC

Berita Terbaru Lainnya

WN China Ditangkap karena Buru dan Santap Penyu di Raja AmpatHari Ke-9 Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api dan Asap Tak Lagi TerlihatPaduan Olahraga dan Jejaring Bantu Pemulihan Gempa NTT12 Bekantan Mati Gosong Akibat Kebakaran Hutan di Kalimantan SelatanKebakaran Lahan TPS di Cidadap Bandung, 4 Lansia Dilarikan ke RSSodomi ABG, Pemuda Bejat di Muara Angke Jakut Ditangkap PolisiPelaku Karhutla di Inhil Ditangkap Polisi, Ngaku Niat Usir TawonSerial Widow's Bay Mendominasi Emmy Awards 2026

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap