Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah merumuskan langkah taktis guna mengatasi tantangan logistik distribusi komoditas pangan di kawasan timur Indonesia. Fokus utama saat ini adalah memperkuat ketersediaan serta menjaga stabilitas harga bawang putih di wilayah tersebut. Untuk mewujudkannya, Bapanas secara resmi menggandeng para importir dan distributor agar pasokan dari luar negeri dapat disalurkan secara merata dan berkelanjutan. Optimalisasi peran pelaku usaha ini dinilai krusial mengingat adanya tren kenaikan harga yang tercatat secara nasional.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Perkembangan Harga (IPH) khusus untuk komoditas bawang putih menunjukkan grafik peningkatan yang terjadi sepanjang bulan Juli 2026. Merespons data tersebut, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan perlunya intervensi distribusi yang terarah. Dalam keterangan resminya di Jakarta pada hari Minggu, Ketut menyatakan bahwa pihaknya segera mengumpulkan seluruh importir beserta jaringan distributor mereka untuk mencari solusi bersama mengenai pendistribusian ke wilayah timur yang selama ini dinilai masih cukup berat secara logistik.








