Operasi pencarian terhadap lima orang jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau telah memasuki hari ketiga. Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten bersama Tim SAR gabungan menyatakan bahwa upaya pencarian para korban di enam sektor yang telah ditentukan sejauh ini masih belum membuahkan hasil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengungkapkan bahwa tim pencari di lapangan menemukan sejumlah benda di perairan, berupa jaket pelampung (life jacket) dan pelampung botol. Kendati demikian, belum dapat dipastikan apakah temuan tersebut memiliki kaitan langsung dengan korban yang hilang.
"Dari semua hasil ini, untuk yang kita temukan ada life jacket dan pelampung botol, selebihnya dari enam sektor ini masih nihil," ujar Al Amrad.
Area Sabana Dekat Bukit Teletubbies Bromo Kebakaran

Temuan pelampung dan botol tersebut langsung dievakuasi dan dibawa menuju Dermaga Ciwandan guna menjalani proses identifikasi lebih mendalam oleh tim terkait.
Kendala Abu Vulkanik dan Radius Bahaya
Upaya pencarian melalui jalur udara dengan memanfaatkan pesawat nirawak atau drone juga menghadapi kendala serius. Al Amrad menjelaskan bahwa seluruh tim di lapangan yang berupaya menyisir area Gunung Anak Krakatau menggunakan drone terhambat oleh sebaran abu vulkanik.
Salah satunya, personel dari KN SAR Tetuka yang mencoba menerbangkan drone di lokasi pencarian tidak dapat melanjutkan manuver udara karena terhalang kabut asap yang sangat pekat di sekitar gunung berapi tersebut.
Cegah Kebakaran Lahan di Bogor, Polisi Minta Warga Lihat Titik Api Melapor

Sebelumnya, tim pencari juga sempat mencoba mengoperasikan drone di area Pulau Sebesi. Pengalihan ini dilakukan karena penerbangan drone di sekitar pulau Gunung Anak Krakatau dinilai memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi.
Selain gangguan asap dan abu vulkanik, Tim SAR gabungan hingga saat ini belum memasuki kawasan Pulau Sertung. Lokasi Pulau Sertung masih belum dapat dijangkau oleh personel SAR karena berada tepat di dalam radius bahaya 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.






