Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak hingga Juli 2026 telah mencapai Rp 1.224,3 triliun. Angka setoran pajak tersebut menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 23,7 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pencapaian kinerja penerimaan pajak ini berhasil diraih tanpa adanya kebijakan penaikkan tarif pajak maupun pengenalan jenis pajak baru kepada masyarakat. Kemenkeu memilih untuk mendorong optimalisasi penerimaan negara melalui penguatan tata kelola internal secara menyeluruh.
Dalam penjelasannya, Purbaya menegaskan bahwa fokus utama Kementerian Keuangan saat ini bertumpu pada perbaikan sistem administrasi perpajakan, peningkatan efektivitas pengawasan di lapangan, pembenahan tata kelola institusi, serta upaya konsisten dalam menutup berbagai celah kebocoran penerimaan negara.
Reseller Banyak, tapi Penjualan Nggak Bertambah? Cek Lagi Sistemnya

Kinerja Belanja dan Pengendalian Defisit
Dari sisi belanja, realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp 1.969,6 triliun hingga akhir Juli 2026. Realisasi belanja tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 18,6 persen secara tahunan.
Meskipun belanja negara mengalami ekspansi, keseimbangan fiskal tetap terjaga dengan baik. Defisit anggaran hingga akhir Juli tercatat berada pada angka Rp 235,6 triliun, atau setara dengan sekitar 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menanggapi dinamika kebutuhan program pemerintah ke depan, Menkeu Purbaya turut membuka kemungkinan bagi kementerian serta lembaga untuk mengajukan usulan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) sesuai dengan kebutuhan yang ada.
Menaker soal Formula Upah Minimum 2027, Tunggu Aja!

Perombakan Pejabat dan Restrukturisasi Internal
Bersamaan dengan pengelolaan kinerja keuangan negara, Kementerian Keuangan juga melakukan langkah pembenahan dan penyegaran struktur organisasi berskala besar. Restrukturisasi pejabat ini mencakup perombakan terhadap sekitar 50 pegawai di jajaran Eselon II dan sekitar 350 pegawai di tingkat Eselon III.
Purbaya memaparkan bahwa langkah perombakan susunan personel ini dilakukan secara menyeluruh pada berbagai lini di bawah naungan Kementerian Keuangan. Perubahan tersebut mencakup penataan jabatan fungsional pada jajaran direktorat jenderal hingga pimpinan Badan Layanan Umum (BLU), termasuk pergantian jajaran direksi pada Special Mission Vehicle (SMV).






