Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional memastikan ketersediaan beras secara nasional berada dalam kondisi aman dan melimpah. Kepastian ini didukung oleh pencapaian stok beras yang menyentuh angka 5,2 juta ton pada pekan ketiga Juli 2026. Volume yang mencatatkan rekor tertinggi tersebut merupakan hasil langsung dari keberhasilan program swasembada pangan yang dicapai pada tahun 2025. Dengan ketersediaan pasokan yang sangat memadai, pemerintah terus memperkuat langkah intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli seluruh lapisan masyarakat.
Terkait dinamika pasokan beras kelas menengah atas di pasaran, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menepis anggapan mengenai adanya kelangkaan. Ia menjelaskan bahwa kekosongan produk di sejumlah gerai ritel memang terjadi, namun hal tersebut tidak mencerminkan kondisi ketersediaan secara keseluruhan. Sebagian besar pasar ritel terpantau masih memiliki persediaan yang cukup. Untuk memastikan rak penjualan tetap terisi, pemerintah secara konsisten menyalurkan pasokan dari berbagai merek, terutama produksi Badan Usaha Milik Negara seperti Bulog dan ID Food, ke berbagai lini pasar ritel modern.








