Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) membeberkan perkembangan terbaru terkait posisi bangkai Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan hingga terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa. Bangkai kapal tersebut kini terdeteksi berada di kedalaman sekitar 30 meter dari permukaan air.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan bahwa titik koordinat atau datum bangkai kapal telah mengalami pergeseran akibat pengaruh arus bawah laut. Kapal yang berada dalam kondisi terbalik atau tengkurap tersebut terpantau bergeser sejauh kurang lebih 1,6 mil laut (nautical mile) ke arah barat dari lokasi awal yang dilaporkan sebelumnya.
Kondisi bangkai kapal yang tengkurap di kedalaman 30 meter menghadirkan tantangan teknis dan risiko keselamatan yang tinggi bagi tim penyelam. Syafii menegaskan bahwa operasi penyelaman ke dalam badan kapal hanya dapat dilakukan apabila seluruh parameter keselamatan kerja terpenuhi secara ketat.
Cerita Pemuda Garut Selamat dari Insiden KM Virgo Usai Berenang 5 Jam di Laut Jawa

Selain posisi kapal yang terbalik, keberadaan sekat dan kompartemen ruang kosong (void space) di dalam lambung kapal menjadi faktor penyulit tambahan. Ruang-ruang kosong ini tidak hanya memungkinkan bangkai kapal terus melayang atau bergeser terbawa arus, tetapi juga berpotensi memicu perubahan tekanan ekstrem yang sangat berbahaya bagi penyelam apabila salah satu sekat dibuka secara paksa.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Basarnas sedang mengkaji sejumlah opsi penanganan teknis lanjutan, termasuk kemungkinan menarik kapal atau mengubah posisinya dari kondisi tengkurap agar proses pencarian di bagian dalam kapal dapat terlaksana dengan lebih aman. Kendati demikian, fokus utama tim di lapangan untuk saat ini tetap diarahkan pada optimalisasi pencarian korban di area permukaan air.
Walkot Makassar Minta Driver Ojol Dikecualikan dari Aturan Ganjil-Genap BBM

Pada pelaksanaan operasi hari kedua, tim SAR gabungan membagi area pencarian ke dalam enam sektor peta. Pembagian sektor operasi pencarian korban ini direncanakan terus diperbarui dan disesuaikan berdasarkan analisis data pergerakan arus dan SAR Map yang dirilis secara berkala oleh Basarnas Command Center.






