Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Nasional

Bea Cukai Gagalkan Peredaran 7,915 Ton Narkoba di Indonesia Hingga Juli 2026

Marthen PalutunganDiterbitkan 1 Agu 2026 - 20.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bea Cukai Gagalkan Peredaran 7,915 Ton Narkoba di Indonesia Hingga Juli 2026
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pencapaian besar dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika di wilayah Indonesia. Hingga tanggal 26 Juli 2026, institusi kepabeanan tersebut telah berhasil menggagalkan peredaran narkoba dengan total berat mencapai 7,915 ton. Penindakan atas barang haram ini merupakan hasil dari ratusan operasi pengawasan yang dilakukan secara ketat di berbagai titik masuk negara. Jumlah barang bukti seberat 7,915 ton tersebut berasal dari penanganan 940 kasus yang secara khusus berkaitan erat dengan kegiatan pengawasan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) di seluruh Indonesia.

Pernyataan resmi mengenai pencapaian penindakan narkotika ini disampaikan secara langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama. Keterangan tersebut diberikan oleh Djaka Budi Utama saat berada di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta yang berlokasi di Tangerang, Provinsi Banten, pada hari Jumat (31/7). Dalam kesempatan tersebut, Djaka Budi Utama menegaskan bahwa keberhasilan institusinya tidak terlepas dari sinergi yang kuat. Upaya pencegahan dan pengawasan terhadap masuknya narkotika ke wilayah hukum Indonesia selalu dilakukan bersama berbagai instansi penegak hukum lainnya.

Dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pencegahan peredaran gelap narkotika, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memastikan bahwa mereka tidak bekerja sendirian. Djaka Budi Utama menjelaskan bahwa pihaknya secara aktif menjalin kolaborasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kerja sama lintas instansi ini dinilai sangat penting dalam mendeteksi dan menggagalkan masuknya zat-zat berbahaya yang dapat merusak masyarakat. Koordinasi yang terjalin dengan Polri, BNN, dan TNI berfokus pada pencegahan narkotika melalui berbagai jalur yang sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga

25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Berstatus Awas Kekeringan, 62.076 Jiwa Terdampak

25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Berstatus Awas Kekeringan, 62.076 Jiwa Terdampak

Secara lebih terperinci, penyelesaian 940 kasus narkotika tersebut melibatkan pembagian tugas dan kerja sama dengan berbagai pihak berwenang. Dari total keseluruhan kasus yang berhasil diungkap hingga akhir Juli 2026, terdapat 531 kasus narkoba yang penanganannya dilakukan secara bersama-sama dengan jajaran Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri). Selain itu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menyelesaikan 176 kasus. Kerja sama juga dilakukan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menindak 13 kasus narkotika, psikotropika, dan prekursor. Sementara itu, sebanyak 172 kasus lainnya berhasil diungkap dan diselesaikan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait lainnya.

Jika ditinjau dari modus penyelundupan yang digunakan oleh para pelaku kejahatan, jalur udara masih menjadi rute yang paling mendominasi dalam upaya memasukkan barang haram tersebut ke Indonesia. Berdasarkan data penindakan yang dihimpun, petugas berhasil mengungkap sebanyak 484 kasus penyelundupan yang dilakukan melalui jalur udara. Selain memanfaatkan penerbangan, para pelaku juga kerap menggunakan layanan ekspedisi atau pengiriman barang, yang mana tercatat menghasilkan 267 kasus penindakan. Di posisi selanjutnya, upaya penyelundupan melalui jalur darat mencatatkan sebanyak 151 kasus. Penindakan di jalur laut juga tetap menjadi fokus pengawasan, dengan total 55 kasus narkoba yang berhasil digagalkan oleh petugas.

Baca Juga

2 Juta Ton Baja Lapis Seng China Masuk RI, Industri Lokal Kena Imbas

2 Juta Ton Baja Lapis Seng China Masuk RI, Industri Lokal Kena Imbas

Keberhasilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai beserta instansi terkait dalam menggagalkan peredaran 7,915 ton narkoba ini memberikan dampak penyelamatan yang sangat besar bagi negara. Dari sisi finansial, negara memiliki potensi untuk menghemat pengeluaran dalam jumlah yang sangat masif, yakni hingga mencapai Rp15,72 triliun. Angka penghematan sebesar Rp15,72 triliun ini merupakan dampak langsung dari keberhasilan aparat dalam mencegah peredaran barang haram tersebut di tengah masyarakat. Selain penyelamatan anggaran negara, dampak sosial yang dihasilkan dari penindakan ini adalah perlindungan terhadap jutaan nyawa manusia. Potensi jumlah jiwa yang berhasil diselamatkan berkat upaya pencegahan narkoba oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ini disebut mencapai 9.835.816 jiwa.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KemenkeuBea CukaiNarkobaPenyelundupanDjaka Budi Utama

Berita Terbaru Lainnya

Breaking News! IHSG Balik Arah Tiba-Tiba Naik 1%, Ini Penyebabnya11 Tips Memilih APAR untuk Tangani Kebakaran yang Sesuai StandarMakkah Sempat Siaga Darurat Seiring Serangan Houthi ke SaudiKebakaran Gudang Kembang Api di Denpasar, Meledak Saat Dirakit, 2 Luka BakarMasa Tanggap Darurat Karhutla di Kapuas Diperpanjang hingga 29 September2 Pemuda Diduga Begal Ditangkap di Jaktim, Pisau hingga 5 Ponsel DisitaThailand Siapkan Pajak untuk EV Impor, Lindungi Produksi dan Industri LokalUpdate Harga Komoditas, Timah dan CPO Menguat, Batu Bara dan Nikel Tertekan

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap