Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun mencatatkan kinerja yang sangat signifikan dalam perolehan penerimaan negara sepanjang tahun 2026. Hingga periode saat ini pada tahun 2026, instansi kepabeanan tersebut berhasil mengumpulkan total penerimaan negara dengan nilai mencapai sekitar Rp1,74 triliun. Angka penerimaan yang bernilai fantastis ini secara khusus bersumber dari tingginya aktivitas perdagangan internasional di wilayah tersebut, terutama dari sektor ekspor komoditas kelapa sawit serta berbagai macam produk hilir turunannya. Pencapaian ini sekaligus menegaskan posisi strategis Pangkalan Bun sebagai salah satu pintu gerbang utama bagi perdagangan komoditas unggulan nasional ke pasar global.
Jika ditelaah lebih mendalam, total penerimaan negara sebesar Rp1,74 triliun tersebut bersumber dari dua pilar utama pungutan kepabeanan yang berlaku untuk ekspor komoditas kelapa sawit. Komponen pertama dan terbesar didominasi oleh perolehan bea keluar yang berhasil mencatatkan angka sekitar Rp882 miliar. Sementara itu, komponen kedua disumbangkan oleh pungutan dana sawit, yang nilainya juga sangat besar, yakni mencapai sekitar Rp860 miliar. Kombinasi dari kedua jenis pungutan resmi ini mencerminkan tingginya volume pengiriman serta nilai transaksi ekspor komoditas kelapa sawit yang keluar melalui wilayah pengawasan Pangkalan Bun sepanjang tahun ini.








