Kehadiran kendaraan listrik di Indonesia semakin beragam dengan diluncurkannya Wuling Aira ev. Kendaraan listrik berukuran ringkas ini diproduksi langsung di fasilitas pabrik PT SGMW Motor Indonesia, khususnya untuk versi setir kanan yang disesuaikan dengan pasar domestik. Kehadiran Wuling Aira ev ini sekaligus menambah jajaran lini produk kendaraan listrik dari Wuling di Indonesia. Sebelumnya, model pendahulunya yakni Wuling Air ev telah lebih dahulu hadir dan menjadi pionir untuk kendaraan elektrik di segmen tersebut. Wuling Aira ev sendiri diketahui merupakan model kembaran dari mobil listrik Wuling Hongguang Mini ev yang dipasarkan di negara China.
Salah satu aspek utama yang menjadi perhatian dari Wuling Aira ev adalah tingkat efisiensi penggunaan energi listriknya. Danang Wiratmoko, yang menjabat sebagai Product Communication Manager Wuling Motors, memberikan penjelasan rinci mengenai kalkulasi biaya energi dari kendaraan bebas emisi tersebut. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan oleh pihak Wuling Motors, biaya energi untuk Wuling Aira ev varian Standard Range tercatat sangat efisien, yakni berada di angka sekitar Rp 151 untuk setiap kilometer perjalanan.
Angka biaya energi yang mencapai Rp 151 per kilometer tersebut tidak didapatkan secara sembarangan, melainkan berasal dari hasil pengujian tingkat efisiensi energi yang dilakukan di China. Pengujian daya tersebut menggunakan basis perhitungan dari Wuling Aira ev varian Standard Range. Metode pengukuran yang digunakan dalam uji coba tersebut adalah metode China Light-Duty Vehicle Test Cycle atau yang lebih dikenal dengan singkatan CLTC.
Serial Widow's Bay Mendominasi Emmy Awards 2026

Dari hasil pengujian menggunakan metode CLTC di China tersebut, Wuling Aira ev varian Standard Range mencatatkan angka konsumsi daya sebesar 8,9 kWh untuk setiap jarak tempuh 100 kilometer. Untuk memudahkan pemahaman bagi konsumen di tanah air, angka hasil pengujian konsumsi daya sebesar 8,9 kWh per 100 kilometer tersebut kemudian dikonversikan ke dalam satuan yang lebih umum digunakan. Hasil konversi tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik ini mampu menempuh jarak 11,2 kilometer untuk setiap satu kWh daya listrik.
Langkah selanjutnya untuk mengetahui biaya operasional riil di Indonesia adalah dengan mengalikan hasil konversi jarak tempuh tersebut dengan tarif listrik yang berlaku. Perhitungan ini menggunakan acuan tarif listrik di Indonesia saat ini, yaitu berada di kisaran sekitar Rp 1.699 per kWh. Dengan membagi tarif listrik Rp 1.699 per kWh tersebut dengan jarak tempuh 11,2 kilometer per kWh, maka didapatkan rumusan biaya energi sekitar Rp 151 per kilometer khusus untuk varian Standard Range.
Basarnas Sebut Bangkai KM Virgo Masih Bergerak Akibat Ruang Kosong di Kapal

Selain menawarkan efisiensi energi yang tinggi, Wuling Aira ev juga dipasarkan dengan harga yang terjangkau, yakni berada di bawah angka Rp 200 juta. Wuling Motors menghadirkan dua pilihan varian untuk model ini. Varian pertama adalah Wuling Aira ev Standard Range yang resmi dijual dengan harga Rp 155 juta. Sementara itu, varian kedua adalah Wuling Aira ev Long Range yang ditawarkan dengan banderol harga Rp 175 juta.
Masing-masing varian Wuling Aira ev dibekali dengan spesifikasi kapasitas baterai dan kemampuan jarak tempuh yang berbeda. Untuk varian Standard Range, kendaraan ini memiliki kapasitas baterai sebesar 16,2 kWh yang dirancang untuk mampu menempuh jarak hingga 205 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh. Di sisi lain, varian Long Range dibekali dengan kapasitas baterai yang lebih besar, yakni 25,1 kWh, sehingga memungkinkan kendaraan ini untuk mencapai jarak tempuh yang lebih jauh hingga 301 kilometer.






