Posko penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat lonjakan data warga terdampak gempa bumi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah pengungsi korban gempa di NTT bertambah 16.394 jiwa pada Sabtu (29/8/2026).
Penambahan ini membuat total angka pengungsi melonjak signifikan dari 3.259 jiwa menjadi 21.552 jiwa. Berton SP Panjaitan dari BNPB menjelaskan bahwa lonjakan angka pengungsi terjadi menyusul adanya pembaruan dan validasi data terkini di Kabupaten Ngada, setelah data yang dihimpun sebelumnya terindikasi kurang valid.
Di tengah pembaruan data pengungsi, jumlah korban meninggal dunia dipastikan tidak mengalami penambahan dan tetap tercatat sebanyak 111 jiwa. Dampak kerusakan fisik terdata mencapai 89.618 unit rumah dengan kategori rusak ringan, sedang, hingga berat di seluruh kabupaten terdampak.
WN Palestina Pengungsi UNHCR Promosikan Paket Wisata Ditangkap di Bali

Pergerakan pengungsi mulai berlangsung di sejumlah titik. Sebanyak 13.175 jiwa yang sempat berada di lokasi pengungsian terpusat GOR Samador, Kabupaten Sikka, telah kembali ke kediaman masing-masing. Sementara itu, operasional penanganan pengungsi mandiri serta fasilitas dapur umum dijadwalkan bakal dialihkan ke Pulau Paluwe.
Distribusi logistik terus digencarkan untuk menopang kebutuhan warga selama masa tanggap darurat. Secara kumulatif, bantuan logistik yang telah dikirimkan ke seluruh kawasan terdampak sejak 15 hingga 29 Agustus 2026 mencapai 1.916 ton.
Nekat Tempel 10 Kg Emas di Tubuh, WNA China Ditangkap di Bandara Bali

Hingga saat ini, aktivitas seismik di wilayah NTT masih berlangsung. BNPB mencatat telah terjadi 9.278 kali gempa susulan dengan rentang magnitudo antara 1,0 hingga 6,2, dengan 153 kejadian gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat.






