Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diintensifkan di sejumlah wilayah Indonesia, dengan fokus utama di Provinsi Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan ribuan personel gabungan darat dan udara serta memanfaatkan teknologi kamera thermal untuk memaksimalkan pemadaman.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan, penggunaan kamera thermal ditujukan untuk mendeteksi sumber bara api yang masih tertimbun di dalam tanah. Penanganan difokuskan secara ketat pada area Ring 1 guna melindungi fasilitas vital, khususnya kawasan bandara dan permukiman penduduk.
Prabowo Panggil Kapolri-Panglima TNI, Soroti Penanganan Kebakaran Hutan

Di Sumatera Selatan, pantauan mencatat keberadaan 13 titik api yang memicu penurunan jarak pandang drastis hingga di bawah 2 kilometer. Meski demikian, aktivitas sekolah masih berlangsung normal dengan anjuran wajib menggunakan masker. Satuan Tugas Darat bergerak di lima wilayah prioritas, yakni Muara Enim, Prabumulih, Ogan Ilir, Palembang, dan Ogan Komering Ulu Selatan. Jalur udara didukung 4 unit helikopter yang telah menuntaskan 7 sorti water bombing dengan total curahan 792 ribu liter air.
Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Selatan dengan 13 titik panas terdeteksi. Kualitas udara di daerah tersebut sempat menyentuh level berbahaya dengan jarak pandang di bawah 3 kilometer, sehingga sejumlah sekolah mulai memberlakukan pembelajaran jarak jauh secara kondisional. Operasi pemadaman darat digencarkan di 10 daerah, meliputi Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Kota Banjarbaru. Sebanyak 5 unit helikopter dikerahkan dalam 11 sorti untuk menyebarkan 1.328.000 liter air dan berhasil memadamkan lebih dari 60 hektare lahan.
Ketika Menhut Singgung KTP Asap di Tengah Isu Kebakaran Hutan

Berton mengungkapkan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kedua provinsi belum dapat dilaksanakan karena minimnya potensi bibit awan di atmosfer. Menghadapi kondisi cuaca yang kering dan tingkat kerawanan lahan yang tinggi, BNPB memperkuat patroli darat dan udara setiap hari melalui kolaborasi bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat.






