Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tidak adanya penambahan korban jiwa akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hari ini. Dengan perkembangan tersebut, jumlah total korban meninggal dunia tercatat tetap sebanyak 111 orang.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan kepastian data korban tersebut dalam konferensi pers penanganan dampak bencana.
"Hari ini kami tidak mencatat adanya jumlah orang yang meninggal bertambah, sehingga jumlah yang meninggal di catatan kami sebesar 111 orang," ujar Berton.
Cerita Rafki, Menembus Sungai hingga Pegunungan Demi Bantu Korban Gempa NTT

Meskipun angka korban jiwa tidak mengalami kenaikan, aktivitas kegempaan di wilayah NTT masih terus berlangsung sejak gempa awal pada 15 Agustus. Hingga kini, BNPB mencatat telah terjadi 8.794 gempa susulan dengan rentang kekuatan antara M 1 hingga yang terbesar M 6,2. Dari ribuan getaran susulan tersebut, sebanyak 152 gempa dilaporkan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di sisi penanganan warga terdampak, tercatat adanya penurunan angka pengungsi sebanyak 712 jiwa seiring kembalinya sebagian warga ke rumah masing-masing di Kabupaten Sikka. Penurunan tersebut membuat akumulasi warga yang bertahan di lokasi penampungan saat ini menjadi 175.909 jiwa.
Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa NTT Bertambah Jadi 136 Orang

Bagi warga yang masih merasa cemas atau takut untuk kembali ke rumah, BNPB mengimbau agar tetap menempati lokasi pengungsian terpusat. Pos pengungsian terpusat dipastikan telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kebutuhan dasar, mulai dari dapur umum, ketersediaan pasokan makanan, fasilitas dapur bersih, hingga sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK).






