Serangan udara kembali menghantam wilayah sipil di Ukraina selatan ketika sebuah bom luncur yang dilepaskan oleh pasukan Rusia meledak di kota Zaporizhzhia pada hari Minggu, 26 Juli 2026. Insiden mematikan ini mengakibatkan satu orang kehilangan nyawanya, sementara enam orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat efek ledakan. Titik jatuh proyektil tersebut berada di kawasan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) yang langsung mengalami kerusakan parah. Dampak destruktif dari ledakan bom luncur ini memicu kobaran api hebat yang dengan cepat melahap area sekitarnya, meninggalkan puing-puing dan kendaraan yang hangus terbakar di lokasi kejadian.
Gubernur wilayah Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, memberikan pernyataan resmi terkait jatuhnya korban jiwa dalam insiden pada akhir pekan tersebut. Menurut keterangannya, jenazah korban tewas ditemukan berada di area yang sangat dekat dengan fasilitas SPBU yang hancur akibat guncangan bom. Petugas penyelamat yang dikerahkan ke lokasi harus bekerja keras menjinakkan api yang berkobar hebat. Mereka berupaya memadamkan sebuah mobil yang terbakar parah, di mana sesosok jenazah ditemukan masih berada di dalam kendaraan tersebut. Selain mobil nahas itu, sejumlah kendaraan lain di sekitar area stasiun pengisian bahan bakar juga terlihat hangus akibat serangan.
Rentetan peristiwa mematikan ini semakin menegaskan posisi Zaporizhzhia sebagai salah satu kota di Ukraina yang terus-menerus menjadi sasaran pemboman selama beberapa bulan terakhir. Hanya berjarak beberapa hari sebelum bom luncur menghancurkan area SPBU, tepatnya pada hari Selasa pada pekan yang sama, kota Zaporizhzhia juga diguncang oleh serangan bom berpemandu Rusia. Tragedi pada hari Selasa tersebut tercatat merenggut sedikitnya tiga korban jiwa dan menyebabkan lebih dari belasan warga lainnya menderita luka-luka akibat ledakan.
Klub Jalur Sutra" Dibentuk di RI, China Siap Gandeng Indonesia

Terkait serangan pada hari Selasa tersebut, pihak administrasi militer regional mengungkapkan tingkat kerusakan infrastruktur yang sangat masif. Sebuah gedung apartemen yang memiliki sembilan lantai menjadi titik hantaman bom berpemandu. Ledakan tersebut memicu kebakaran besar yang menghanguskan hingga tujuh lantai dari bangunan tempat tinggal tersebut. Gubernur Ivan Fedorov merinci usia para korban yang meninggal dunia dalam insiden apartemen ini. Berdasarkan datanya, dua orang korban tewas berusia sekitar 60 tahun, sedangkan satu korban tewas lainnya diketahui berusia 49 tahun.
Selain serangan bom di SPBU dan gedung apartemen, fasilitas publik lainnya juga tidak luput dari gempuran. Pada hari Sabtu, 25 Juli 2026, para petugas penyelamat kembali harus diterjunkan ke lapangan. Kali ini, mereka bekerja keras menangani situasi darurat di lokasi pasar pusat Zaporizhzhia. Area yang menjadi pusat aktivitas warga lokal tersebut terkena serangan langsung dari pesawat tak berawak milik militer Rusia, menambah panjang daftar infrastruktur sipil yang terdampak.
Presiden Ini Izinkan Polisi Masuk Kampus jika Terjadi Demo Rusuh

Rentetan serangan ini berkaitan erat dengan instrumen persenjataan yang diamati oleh para pejabat Ukraina. Mereka menyatakan bahwa Rusia kini semakin sering menggunakan bom berpemandu dalam operasi militernya. Senjata ini pada dasarnya merupakan bom peninggalan era Uni Soviet yang telah dimodifikasi. Dengan menambahkan sayap dan mengintegrasikan sistem navigasi, bom tersebut dapat diluncurkan dari udara dengan jangkauan yang jauh lebih panjang. Kemampuan jarak jauh ini membuat senjata tersebut banyak digunakan untuk menyerang wilayah-wilayah yang posisinya berada di dekat garis depan pertempuran.
Menanggapi berbagai laporan kerusakan dan korban jiwa, pemerintah di Moskow membantah tuduhan bahwa mereka menargetkan warga sipil. Kendati demikian, sejak Rusia melancarkan invasi berskala penuh ke wilayah Ukraina pada bulan Februari 2022, rekam jejak di lapangan menunjukkan situasi yang berbeda. Pihak Rusia telah berulang kali dituduh melancarkan serangan yang menghantam bangunan permukiman penduduk serta berbagai infrastruktur sipil di berbagai wilayah Ukraina.






