Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo di Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, akhirnya berhasil dipadamkan pada hari Jumat (21/8). Keberhasilan penanganan dan pengendalian karhutla tersebut merupakan hasil kerja terpadu dari tim gabungan di lapangan setelah kebakaran hutan dan lahan di kawasan tersebut pertama kali mulai terjadi pada Selasa (18/8).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Gatot Soebroto mengonfirmasi bahwa seluruh titik api di kawasan konservasi tersebut kini telah berhasil dijinakkan oleh tim gabungan. Gatot Soebroto menyebutkan bahwa titik api terakhir yang sempat terpantau oleh petugas dan langsung mendapatkan penanganan intensif berlokasi di dua titik area, yakni di kawasan Lembah Kijang dan kawasan Kembar 2.
Dalam penanganan di kedua titik lokasi terakhir tersebut, tim darat diterjunkan secara langsung ke kawasan Lembah Kijang dan Kembar 2 guna melakukan pemadaman terhadap sisa-sisa bara api yang masih ada di wilayah tersebut. Petugas dari tim darat melakukan pemadaman secara saksama untuk membersihkan sisa bara api agar area terdampak benar-benar aman dari potensi kemunculan titik api baru.
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dan Warek Jadi Tersangka Kasus Penerimaan Mahasiswa Baru Usai OTT KPK

Selain pengerahan personel melalui jalur darat, operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Gunung Arjuno-Welirang juga sempat melibatkan bantuan udara dengan menerjunkan armada helikopter untuk menjalankan operasi pemadaman water bombing. Namun, pelaksanaan operasi water bombing melalui helikopter ini tidak dapat berlangsung secara maksimal akibat adanya kendala cuaca di sekitar lokasi pegunungan. Kabut tebal yang mendadak turun dan menyelimuti kawasan Arjuno-Welirang pada siang hari memaksa armada helikopter ditarik mundur lebih awal menuju pangkalan di Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, demi menjaga keselamatan penerbangan. Operasi water bombing tercatat hanya sempat dilaksanakan sebanyak satu kali sebelum kondisi cuaca yang berkabut mengharuskan helikopter kembali ke pangkalan di Bandara Abdulrachman Saleh pada siang hari.
Setelah seluruh titik api berhasil dijinakkan, personel tim gabungan tetap mempertahankan status pemantauan dan patroli berkala di kawasan Tahura Raden Soerjo. Operasi penyisiran oleh tim darat tetap terus dilakukan untuk mendeteksi sisa-sisa bara api yang dikhawatirkan berpotensi memicu kebakaran susulan di kawasan hutan. Selain pelaksanaan patroli penyisiran darat, skenario pemadaman melalui jalur udara juga tetap disiagakan oleh petugas apabila sewaktu-waktu kepulan asap kembali terlihat membubung di kawasan konservasi tersebut.
Polisi Gandeng KPAI Usut Dugaan Promosi Liquid Vape oleh Bigmo yang Libatkan Anak

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan ini juga berdampak langsung pada aktivitas pendakian di kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Seluruh jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang diputuskan untuk ditutup sementara sejak Rabu (19/8) sampai dengan waktu yang belum ditentukan. Keputusan penutupan jalur pendakian tersebut dikeluarkan secara resmi berdasarkan surat pengumuman UPT Tahura Raden Soerjo Nomor 500.4.6.10/1276/123.7.2/2026. Mengenai besaran dampak karhutla secara keseluruhan, hingga kini pihak terkait menyatakan bahwa total luasan lahan yang terdampak akibat kebakaran tersebut masih belum dapat dipastikan.






