Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban kebakaran kapal feri M/V June Aster di perairan dekat Palawan, Filipina, menghadapi kendala berat. Cuaca buruk dan kondisi laut yang ekstrem menjadi faktor utama yang menghambat proses evakuasi di lokasi kejadian.
Musibah kebakaran hebat tersebut mengakibatkan sedikitnya 5 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 87 orang lainnya masih belum ditemukan. Di sisi lain, tim penyelamat berhasil menyelamatkan 42 orang dari kapal feri yang terbakar tersebut.
Kantor DPRD Manggarai Timur Tidak Layak Pakai Akibat Gempa Flores

Pihak Penjaga Pantai Filipina (PCG) terus berupaya memadamkan kobaran api yang melalap kapal feri sembari menyisir wilayah perairan di sekitarnya. Tantangan di lapangan kian bertambah akibat derasnya arus laut, yang telah menyeret posisi kapal dari semula berjarak 4 mil laut di lepas pantai Barangay Turda hingga kini terseret mencapai jarak 7,68 mil laut.
Dalam menghadapi situasi darurat ini, PCG menerapkan pendekatan menyeluruh (whole-of-government approach) guna memaksimalkan penanganan krisis. Upaya penyisiran dan evakuasi korban juga melibatkan partisipasi aktif serta bantuan dari komunitas nelayan sukarelawan di sekitar perairan Palawan.
Tiga Pekerja Proyek Meninggal Dunia Tertabrak Truk di Tol Wiyoto Wiyono Jakut

Guna memastikan kepastian jumlah total penumpang dan mempercepat proses pendataan, PCG mengimbau masyarakat atau pihak keluarga yang merasa kehilangan anggotanya untuk segera melapor kepada pihak berwenang.






