Berita Viral Terkini

Cuaca Ekstrem dan Kemacetan Bikin Oli Motor Lebih Cepat Rusak

Ding Anyi ApuiPublished 25 Jul 2026 - 08.060 Reads
Bagikan WhatsAppX
Cuaca Ekstrem dan Kemacetan Bikin Oli Motor Lebih Cepat Rusak
Ilustrasi Otomotif. Foto: Republika - Ekonomi.
A-A+

Menunda penggantian oli mesin sering kali dianggap sebagai langkah praktis untuk menghemat pengeluaran bulanan. Banyak pemilik kendaraan yang merasa tunggangannya masih baik-baik saja sehingga memilih untuk menunda kunjungan ke bengkel. Padahal, keputusan ini menyimpan risiko besar yang bisa menguras kantong lebih dalam, terutama ketika kondisi cuaca ekstrem sedang melanda. Suhu udara yang melonjak tinggi secara tidak sadar ikut mempercepat kerusakan komponen internal kendaraan yang paling vital.

Pada tahun 2026, musim kemarau di Indonesia diproyeksikan berlangsung lebih kering dan panjang dengan suhu udara di berbagai daerah berpotensi menembus angka 35 derajat Celsius. Kondisi lingkungan yang sangat panas ini ternyata berdampak langsung pada ruang mesin kendaraan. Menurut Mulianto selaku Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants, suhu udara yang ekstrem membuat beban kerja oli mesin menjadi jauh lebih berat. Akibatnya, pelumas mengalami proses oksidasi dengan lebih cepat, yang pada akhirnya menurunkan kemampuan dasarnya dalam melindungi dan melumasi gesekan antarkomponen mesin. Jika terus dipaksakan bekerja melewati batas kemampuannya, gesekan ekstrem tanpa pelumasan yang optimal ini akan mempercepat keausan mesin.

Also Read

Suhu Ekstrem Melanda California Selatan dan Potensi Bencana El Nino

Kesalahan umum yang masih sering dilakukan oleh pengendara adalah hanya mengandalkan angka pada odometer atau jarak tempuh sebagai satu-satunya indikator waktu ganti oli. Padahal, gaya berkendara dan rute harian memegang peranan yang sangat penting. Kendaraan yang sering terjebak dalam kemacetan lalu lintas atau kondisi stop-and-go cenderung menghasilkan suhu mesin yang jauh lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang melaju stabil di jalan bebas hambatan. Akibatnya, kualitas oli bisa menurun drastis meskipun jarak tempuh yang tercatat pada spidometer belum terlalu jauh. Oleh sebab itu, durasi pemakaian, intensitas berkendara, serta kondisi jalanan harian harus mulai dipertimbangkan sebagai indikator utama.

Untuk menyiasati tantangan cuaca panas ini, ada beberapa langkah berkendara cerdas yang dapat diterapkan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Pertama, hindari kebiasaan memacu mesin pada putaran tinggi atau RPM tinggi dalam durasi yang lama, karena kebiasaan ini akan memicu lonjakan suhu mesin secara instan yang mempercepat kerusakan pelumas. Kedua, sangat penting untuk memilih jenis oli yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Bagi pengendara di wilayah bersuhu tinggi, oli sintetis sangat direkomendasikan karena memiliki ketahanan yang jauh lebih baik terhadap panas dan oksidasi dibandingkan oli mineral. Sebagai contoh, pengguna motor matik harian dapat menggunakan Pertamina Enduro Matic Full Synthetic (10W-30), sedangkan pemilik motor matik besar seperti NMAX, Aerox, dan PCX 160 dapat memilih Enduro Matic V (10W-40).

Also Read

Honda Pertahankan Bisnis di Tiongkok lewat Kemitraan Panjang dengan GAC Group di Tengah Krisis Keuangan

Terakhir, daripada menunda penggantian oli demi menghemat uang, pemilik kendaraan disarankan untuk lebih jeli memanfaatkan berbagai program potongan harga atau promo menarik yang ditawarkan oleh bengkel resmi maupun toko terpercaya. Strategi ini jauh lebih aman dan ekonomis dibandingkan harus menanggung biaya turun mesin akibat kerusakan fatal di kemudian hari. Merawat kendaraan secara rutin dengan mengganti oli tepat waktu tetap menjadi kunci utama untuk menjaga efisiensi bahan bakar dan performa mesin agar tetap prima di tengah cuaca panas yang ekstrem.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca