Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang mengambil langkah cepat dengan mengalihkan proses belajar mengajar ke sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada Senin (7/9). Kebijakan ini diberlakukan bagi jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP sederajat menyusul sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang melanda sejumlah wilayah di Banten.
Sementara Kota Serang memilih meliburkan aktivitas di sekolah demi keselamatan siswa, wilayah tetangga mengambil pendekatan berbeda. Pemerintah daerah di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang memutuskan tetap menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dengan pengetatan protokol kesehatan.
Mengapa Kota Serang Menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh?
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Ahmad Nuri menjelaskan bahwa pengalihan ke metode PJJ atau belajar dari rumah (BDR) ini diputuskan semata-mata demi kesehatan dan keamanan para pelajar. Keputusan belajar daring ini dijadwalkan berlangsung selama satu hari pada Senin (7/9).
"Seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang dialihkan sementara untuk melaksanakan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR) selama satu hari," tutur Ahmad Nuri.
Koalisi Sipil soal Vonis Banding Kasus Andrie Yunus, Pesan Berbahaya

Selain memberlakukan PJJ, pihak dinas mengimbau para orang tua untuk aktif mendampingi anak-anak selama belajar di rumah. Orang tua juga diminta membatasi aktivitas anak di luar ruangan serta memastikan mereka mengenakan masker medis jika terpaksa beraktivitas di luar rumah.
Bagaimana Kebijakan Belajar di Kabupaten dan Kota Tangerang?
Berbeda dengan Serang, kegiatan belajar mengajar untuk tingkat SD dan SMP di Kabupaten Tangerang tetap berjalan secara langsung di sekolah pada Senin (7/9). Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Supriyadi mengonfirmasi bahwa pembelajaran masih dilakukan secara tatap muka atau luar jaringan (luring).
Kendati tetap masuk sekolah, pihak dinas mewajibkan seluruh siswa mengenakan masker selama mengikuti aktivitas pembelajaran di kelas. Selain itu, kegiatan belajar yang melibatkan aktivitas di luar ruangan mulai dibatasi guna meminimalkan paparan abu vulkanik.
Langkah serupa diambil Pemerintah Kota Tangerang. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar memastikan KBM tatap muka untuk jenjang SD dan SMP tetap berlangsung normal dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai surat edaran Menteri Kesehatan. Imbauan terkait pengetatan protokol kesehatan tersebut telah diteruskan ke seluruh satuan pendidikan di wilayahnya.
SMA dan SMK di Banten Terapkan PJJ Tiga Hari Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Bagaimana Evaluasi Kualitas Udara dan Potensi Perpanjangan PJJ?
Durasi kebijakan belajar ini tetap bergantung pada perkembangan kondisi lingkungan. Di Kota Serang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memantau indeks keamanan kualitas udara.
Jika hasil evaluasi menunjukkan sebaran abu vulkanik dan kualitas udara masih berada pada level yang membahayakan kesehatan anak, masa PJJ di Kota Serang berpeluang diperpanjang.
Sebaliknya di Kabupaten Tangerang, Supriyadi menyatakan bahwa pihaknya terus mengkaji opsi pemberlakuan PJJ. Jika kondisi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau mengalami perubahan atau memburuk dalam beberapa waktu ke depan, penyesuaian skema belajar dari tatap muka ke daring siap dipertimbangkan.






