Ribuan konsumen proyek hunian LRT City yang sempat terkatung-katung kini mendapat kepastian penyelesaian. Danantara Indonesia berencana menyuntikkan dana segar sebesar Rp456 miliar kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk guna menuntaskan pembangunan proyek apartemen berbasis transit yang sebelumnya mandek.
Langkah penyelamatan ini disalurkan dalam bentuk penyertaan modal (equity injection). Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa intervensi pendanaan ini ditujukan langsung untuk memenuhi hak para konsumen yang tertunda.
"Nanti akan ada bentuknya equity injection untuk penyelesaian. Saya membutuhkan penyelesaian itu Rp456 miliar. Itu akan kita lakukan," ujar Dony.
Kondisi proyek-proyek LRT City yang digarap oleh anak usaha Adhi Karya, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), sebelumnya mengalami kebuntuan operasional. Berdasarkan data internal ADCP, sekitar 2.400 pembeli belum menerima unit hunian mereka. Mayoritas konsumen tersebut awalnya dijanjikan serah terima unit pada rentang tahun 2023 hingga 2024.
Breaking! Rupiah Menguat 0,65%, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.510

Kondisi Fisik Proyek dan Eskalasi Aduan
Di lapangan, progres fisik proyek LRT City menunjukkan kendala yang beragam. Struktur bangunan LRT City Ciracas dan LRT City Tebet sebenarnya telah mencapai tahap penutupan atap (topping off). Namun, pengerjaan interior serta penyelesaian fasilitas pendukung terhenti total sejak pasca-Lebaran 2025. Sementara itu, proyek LRT City Cibubur bahkan belum memulai konstruksi fisik sama sekali dan lahannya masih berupa area kosong.
Keterlambatan bertahun-tahun tersebut memicu gelombang aduan dari para pembeli ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui kanal BENAR-PKP.
Dalam proses mediasi bersama perwakilan konsumen pada 24 Juli 2026, pihak ADCP mengungkapkan bahwa mandeknya proyek dipicu oleh kombinasi tekanan likuiditas perusahaan, proses restrukturisasi internal, serta pergantian jajaran kepemimpinan.
Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan, Ini Biaya yang Bikin Maskapai Boncos

Sebelum adanya komitmen suntikan modal dari Danantara, manajemen ADCP hanya mampu menawarkan opsi darurat berupa skema pinjam pakai unit di proyek lain yang telah rampung, seperti kawasan Jatibening dan Sentul, atau opsi pemindahan unit dengan spesifikasi setara. Permintaan pengembalian dana (refund) dari para pembeli belum dapat dipenuhi akibat tekanan arus kas internal perusahaan.
Masuknya dana investasi Rp456 miliar dari Danantara ke Adhi Karya kini menjadi tumpuan utama untuk menggerakkan kembali aktivitas konstruksi dan menyelesaikan kewajiban serah terima unit kepada ribuan konsumen.






