Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Olahraga

Dihantam Krisis Kepercayaan, Gianni Infantino Kehilangan Dukungan di FIFA

Yolanda TobanDiterbitkan 1 Agu 2026 - 10.28 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dihantam Krisis Kepercayaan, Gianni Infantino Kehilangan Dukungan di FIFA
Foto/Ilustrasi: Media Indonesia
A-A+

Presiden FIFA, Gianni Infantino, tengah menghadapi krisis kepercayaan yang signifikan dalam masa kepemimpinannya. Situasi ini muncul hanya dua pekan setelah dirinya merayakan puncak penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat bersama Presiden Donald Trump. Prahara di tubuh organisasi sepak bola dunia tersebut dipicu oleh keputusan Infantino yang akhirnya membatalkan proyek penjualan saham komersial untuk berbagai ajang utama FIFA, termasuk turnamen Piala Dunia, kepada investor swasta. Pembatalan ini terpaksa dilakukan akibat adanya gelombang penolakan yang masif dari konfederasi-konfederasi besar dunia, yakni UEFA, Concacaf, dan AFC. Isu yang semula berpusat pada rencana investasi swasta kini telah bergeser menjadi krisis kepercayaan terhadap gaya kepemimpinan pria berusia 56 tahun tersebut.

Proyek kontroversial yang menjadi inti permasalahan tersebut bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Entitas baru ini dibentuk dan dirancang oleh FIFA guna menangani berbagai aspek komersial pada kompetisi-kompetisi di bawah naungan mereka melalui keterlibatan modal dari investor swasta. Dalam skema komersialisasi ini, besaran dana yang dilibatkan tidak tanggung-tanggung, yakni mencapai US$4,2 miliar dengan nilai valuasi keseluruhan hingga US$20 miliar. Meski demikian, rencana besar ini justru berbenturan dengan gelombang penolakan dari berbagai pemangku kepentingan sepak bola internasional yang dinilai mengancam nilai universal dari turnamen Piala Dunia.

Penolakan terhadap proyek FFE datang dari berbagai penjuru dunia dengan sikap yang sangat tegas. Dari daratan Eropa, UEFA mengecam keras wacana penjualan saham Piala Dunia tersebut dengan mengingatkan bahwa sepak bola bukanlah sebuah aset yang dapat diperdagangkan kepada pihak swasta. Sementara itu, di kawasan Amerika, Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (US Soccer) menyatakan dukungan penuh atas langkah Concacaf yang menolak rencana pelepasan aset komersial Piala Dunia kepada investor eksternal. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa polemik ini telah menguak kelemahan mendasar dalam sistem konsultasi dan pengambilan keputusan di internal FIFA yang harus segera dibenahi. Di balik perlawanan Asia, terdapat peran penting Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa asal Bahrain, yang terbukti berhasil menyatukan 46 negara di benua Asia untuk menentang kebijakan Infantino.

Baca Juga

Paduan Olahraga dan Jejaring Bantu Pemulihan Gempa NTT

Paduan Olahraga dan Jejaring Bantu Pemulihan Gempa NTT

Kendati penolakan terjadi secara meluas, terdapat pula pihak yang menunjukkan sikap berbeda. Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan dukungannya terhadap wacana FIFA untuk menjual sebagian hak komersialisasi Piala Dunia tersebut. Akan tetapi, dukungan ini tidak cukup untuk meredam derasnya kritik yang akhirnya membuat pembatalan proyek FFE tidak terhindarkan. Dampak dari kontroversi ini bahkan telah merambat ke internal administrasi FIFA. Chief Operating Officer FIFA, Kevin Lamour, secara terbuka mengungkapkan bahwa pihak administrasi internal mereka telah dikecoh terkait rancangan proyek komersial tersebut. Krisis internal ini semakin nyata ketika Carlos Cordeiro, yang bertugas sebagai penasihat khusus Infantino sekaligus penasihat senior Task Force Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, mengambil keputusan untuk resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Tekanan yang berlipat ganda dari eksternal maupun internal memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan kepemimpinan Infantino di masa depan. Meskipun demikian, dinamika politik di dalam tubuh FIFA tidak serta-merta membuatnya mudah digeser. Mantan Ketua FA, David Bernstein, menilai bahwa Infantino masih berpeluang mempertahankan kursinya karena struktur politik FIFA yang unik. Bernstein berpendapat bahwa selama Infantino mampu mengantongi dukungan dari cukup banyak asosiasi nasional, ia akan tetap bertahan di posisinya. Penentuan nasib dan arah baru kepemimpinan sepak bola dunia ini diprediksi akan menjadi sorotan utama dalam gelaran Kongres ke-77 FIFA yang akan dilaksanakan di Marokko pada bulan Maret mendatang.

Baca Juga

Niecy Nash Bocorkan Musim 2 All's Fair Bakal Spicy, Ada Rahasia Besar dan Plot Twist Mengejutkan

Niecy Nash Bocorkan Musim 2 All's Fair Bakal Spicy, Ada Rahasia Besar dan Plot Twist Mengejutkan

Menjelang Kongres ke-77 di Marokko tersebut, sejumlah nama mulai digadang-gadang sebagai kandidat potensial untuk menggantikan Infantino. Sosok dari Kanada yang menjabat sebagai Presiden Concacaf, Victor Montagliani, muncul sebagai salah satu figur terdepan dalam bursa calon pemimpin baru FIFA. Nama lain yang juga dinilai memiliki pengaruh kuat adalah Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, berkat keberhasilannya memimpin penolakan dari 46 negara Asia. Selain kedua pemimpin konfederasi tersebut, kandidat lain yang turut masuk dalam perhitungan adalah Nasser Al-Khelaifi yang saat ini menjabat sebagai Presiden PSG sekaligus Ketua European Football Clubs (EFC), serta Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom. Para tokoh yang berminat untuk bersaing memperebutkan kursi Presiden FIFA ini memiliki batas waktu pendaftaran resmi hingga tanggal 18 November sebelum kongres digelar.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Sepak BolaFIFAPiala DuniaGianni Infantino

Berita Terbaru Lainnya

KPK Panggil Lagi Waka DPRD Kota Bengkulu Terkait Kasus Bupati Rejang LebongWN China Ditangkap karena Buru dan Santap Penyu di Raja AmpatHari Ke-9 Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api dan Asap Tak Lagi TerlihatPaduan Olahraga dan Jejaring Bantu Pemulihan Gempa NTT12 Bekantan Mati Gosong Akibat Kebakaran Hutan di Kalimantan SelatanKebakaran Lahan TPS di Cidadap Bandung, 4 Lansia Dilarikan ke RSSodomi ABG, Pemuda Bejat di Muara Angke Jakut Ditangkap PolisiPelaku Karhutla di Inhil Ditangkap Polisi, Ngaku Niat Usir Tawon

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap