Presiden FIFA, Gianni Infantino, tengah menghadapi krisis kepercayaan yang signifikan dalam masa kepemimpinannya. Situasi ini muncul hanya dua pekan setelah dirinya merayakan puncak penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat bersama Presiden Donald Trump. Prahara di tubuh organisasi sepak bola dunia tersebut dipicu oleh keputusan Infantino yang akhirnya membatalkan proyek penjualan saham komersial untuk berbagai ajang utama FIFA, termasuk turnamen Piala Dunia, kepada investor swasta. Pembatalan ini terpaksa dilakukan akibat adanya gelombang penolakan yang masif dari konfederasi-konfederasi besar dunia, yakni UEFA, Concacaf, dan AFC. Isu yang semula berpusat pada rencana investasi swasta kini telah bergeser menjadi krisis kepercayaan terhadap gaya kepemimpinan pria berusia 56 tahun tersebut.








