Setelah lebih dari lima bulan peperangan melawan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi situasi pelik yang memicu perdebatan di dalam Gedung Putih. Kekhawatiran mengenai dampak perluasan konflik kini disuarakan langsung oleh pejabat tinggi negara. Wakil Presiden JD Vance bersama Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine dilaporkan telah menyampaikan peringatan dalam rapat internal pemerintahan. Keduanya menyoroti ancaman dari perang yang terus meluas, secara khusus menekankan potensi menipisnya stok amunisi milik militer Amerika Serikat apabila konfrontasi ini tidak segera menemukan titik penyelesaian.








