Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Dokter di NTT Minta Maaf Usai Cibir Pasien BPJS Terkait Ruang Jenazah

Wahyu SuryaniDiterbitkan 8 Agu 2026 - 00.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dokter di NTT Minta Maaf Usai Cibir Pasien BPJS Terkait Ruang Jenazah
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kasus dugaan penghinaan terhadap seorang pasien BPJS Kesehatan di media sosial kini tengah menjadi sorotan publik. Kejadian ini mendadak viral setelah sebuah unggahan dari seorang pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan beredar luas di platform Threads. Unggahan tersebut memicu berbagai reaksi dari warganet, terutama karena melibatkan komentar dari seorang oknum dokter yang dinilai sangat tidak pantas dan tidak berempati terhadap kondisi pasien yang sedang membutuhkan pertolongan medis.

Persoalan ini bermula ketika Yurizal Tri Chaerawan menuliskan keluhannya di media sosial Threads mengenai layanan kesehatan yang diterimanya. Ia mengeluhkan bahwa dirinya harus menunggu selama delapan jam tanpa mendapatkan kepastian ruang rawat inap. Keluhan tersebut kemudian ditanggapi oleh dokter Beni Christian Sihombing melalui akun Threads pribadinya, @bennychrstn. Dokter yang diketahui bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut menuliskan komentar cibiran, "Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong." Peristiwa ini terasa kian memilukan setelah diketahui bahwa Yurizal meninggal dunia pada tanggal 31 Juli 2026, tepat sembilan hari setelah ia mengunggah keluhannya tersebut di media sosial.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Setelah komentar tersebut viral dan menuai kecaman, dokter Beni Christian Sihombing akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun media sosial pribadinya. Dalam pernyataan tersebut, ia mengakui sangat menyesali tulisan yang telah dibuatnya. Selain menyampaikan rasa penyesalan, ia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Yurizal serta menyatakan kesiapannya untuk menghadapi segala konsekuensi atas tindakannya tersebut. Dokter Beni bahkan menegaskan bahwa dirinya tidak akan menyewa pengacara atau melakukan pembelaan sama sekali apabila kasus ini berlanjut ke ranah hukum.

Baca Juga

RS Pusri Palembang Akhiri Kerja Sama dengan Dokter yang Hina Pasien BPJS

RS Pusri Palembang Akhiri Kerja Sama dengan Dokter yang Hina Pasien BPJS

Terkait status dokter yang bersangkutan, pihak RSUD Ruteng segera memberikan penjelasan. Staf Humas RSUD Ruteng, Yohana RD Mari, mengonfirmasi bahwa dokter Beni Christian Sihombing merupakan dokter sementara di rumah sakit tersebut. Pihak RSUD Ruteng juga memberikan klarifikasi bahwa peristiwa tidak menyenangkan yang dialami oleh Yurizal sebenarnya tidak terjadi di RSUD Ruteng. Lebih lanjut, pihak rumah sakit menyatakan tidak mengeluarkan klarifikasi resmi secara kelembagaan karena komentar tersebut murni merupakan pendapat pribadi dokter Beni di akun Threads pribadinya, bukan melalui akun resmi milik RSUD Ruteng atau humas rumah sakit.

Kasus dugaan pelanggaran etik ini juga menarik perhatian serius dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Wakil Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI, dr. Wiweka, menyatakan bahwa organisasi kedokteran tersebut memberikan atensi mendalam terhadap perilaku anggotanya di media sosial. Kasus dugaan pelanggaran etik ini selanjutnya akan ditangani dan diselesaikan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Sebelum melangkah ke persidangan etik, MKEK dijadwalkan akan melakukan pemanggilan terlebih dahulu terhadap dokter yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi atau melakukan proses tabayyun. Setelah penilaian awal dilakukan, barulah kasus ini akan masuk ke dalam pemeriksaan etik formal.

Baca Juga

Polda Babel Tetapkan 4 Tersangka Kasus Penampungan 52,5 Ton Bijih Timah Ilegal di Belitung

Polda Babel Tetapkan 4 Tersangka Kasus Penampungan 52,5 Ton Bijih Timah Ilegal di Belitung

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut menyayangkan sikap kurang berempati yang ditunjukkan oleh oknum tenaga medis di media sosial. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Mulawarman, memberikan imbauan tegas agar seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan selalu mengedepankan empati serta komunikasi yang baik saat merespons berbagai peristiwa di masyarakat. Menurut Kemenkes, menjaga sikap empati dan berkomunikasi dengan santun di media sosial merupakan bagian penting dari profesionalisme yang harus dijunjung tinggi oleh setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Media SosialKementerian KesehatanBPJS KesehatanIkatan Dokter IndonesiaRSUD Ruteng

Berita Terbaru Lainnya

RS Pusri Palembang Akhiri Kerja Sama dengan Dokter yang Hina Pasien BPJSPolda Babel Tetapkan 4 Tersangka Kasus Penampungan 52,5 Ton Bijih Timah Ilegal di BelitungKPK Bakal Panggil Kepala Imigrasi Jakarta Selatan Terkait Temuan Uang Sin$8.500TNI AD Tegaskan Pemegang Sertifikat Pramuka Garuda Tetap Wajib Ikuti Seleksi PrajuritKemensos Bentuk Tim Khusus Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen25 Siswa dan Guru di Bogor Diduga Keracunan Usai Menyantap Menu Makan Bergizi GratisKorlantas Polri Pastikan Isu Tilang Manual Menyeluruh dan Kenaikan Denda 150 Persen Adalah HoaksKejagung Periksa Don Ritto dan Delapan Saksi Swasta Terkait Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap