Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Kemensos Bentuk Tim Khusus Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 8 Agu 2026 - 00.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kemensos Bentuk Tim Khusus Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Kementerian Sosial (Kemensos) secara resmi membentuk Tim Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat (TP2SR) sebagai tim ad hoc. Pembentukan tim khusus ini ditujukan untuk mengawal dan mempercepat proses pembangunan fisik Sekolah Rakyat permanen di berbagai lokasi rintisan yang saat ini sangat membutuhkan kepastian infrastruktur. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk tindak lanjut langsung atas mandat yang diberikan oleh Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, untuk memastikan pembangunan di lokasi-lokasi rintisan tersebut dapat berjalan tanpa hambatan.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Kebutuhan akan percepatan pembangunan ini didorong oleh kondisi di lapangan, di mana terdapat 61 titik lokasi rintisan Sekolah Rakyat yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam kuota pembangunan yang disediakan pemerintah. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebenarnya telah mengalokasikan kuota sebanyak 100 titik pembangunan, namun 61 titik rintisan tersebut belum masuk di dalamnya karena terkendala oleh masalah administratif lahan. Saat ini, puluhan Sekolah Rakyat rintisan tersebut terpaksa beroperasi dengan menggunakan fasilitas sementara yang kapasitas dan kekuatannya hanya diproyeksikan bertahan maksimal selama satu tahun saja.

Kondisi sarana yang serbaterbatas ini menimbulkan kekhawatiran besar mengenai keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di masa mendatang. Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo, menegaskan urgensi situasi ini dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 7 Agustus 2026. Beliau menyatakan, "Kalau tahun ini kita tidak bisa memastikan pembangunannya, potensi untuk ditutup di tahun depan besar sekali karena gedungnya sudah tidak mencukupi." Pernyataan tersebut disampaikan setelah Agus Jabo memimpin rapat pembentukan TP2SR yang berlangsung di Kantor Kemensos pada hari Kamis, 6 Agustus 2026.

Baca Juga

Polisi Ungkap Kronologi dan Hasil Forensik Kematian Eks Istri Anggota Polri di Medan

Polisi Ungkap Kronologi dan Hasil Forensik Kematian Eks Istri Anggota Polri di Medan

Untuk mengatasi tantangan tersebut, TP2SR dibentuk dengan struktur kerja yang jelas demi melakukan pendampingan, pengendalian, dan pemantauan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat secara berkelanjutan. Herman Koswara, yang menjabat sebagai Sekretaris Sekretariat Bersama Program Sekolah Rakyat, ditunjuk dan dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Ketua TP2SR. Sebagai tim ad hoc, TP2SR akan memikul tanggung jawab besar untuk menyiapkan data secara matang, mengoordinasikan penyelesaian berbagai persoalan administratif yang terjadi di daerah, serta memberikan pendampingan intensif hingga proses konstruksi fisik sekolah benar-benar dimulai.

Secara lebih terperinci, tugas utama dari TP2SR adalah memastikan bahwa persiapan lahan di setiap titik lokasi rintisan sudah berjalan dengan baik. Tim ini diinstruksikan untuk mendata dan mengidentifikasi status hukum serta kepemilikan lahan secara mendalam. Selain itu, mereka juga harus mengidentifikasi siapa pihak yang mengusulkan pembangunan tersebut, memetakan masalah-masalah spesifik yang menghambat di lapangan, serta menentukan bagaimana keterkaitan masalah tersebut dengan kementerian-kementerian terkait agar dapat segera diselesaikan secara administratif.

Baca Juga

Bareskrim Polri Usut Kasus Dugaan Penyelundupan 53 Ton Pasir Timah Ilegal di Belitung

Bareskrim Polri Usut Kasus Dugaan Penyelundupan 53 Ton Pasir Timah Ilegal di Belitung

Sebagai langkah persiapan awal sebelum evaluasi besar dilakukan, TP2SR telah mengagendakan sebuah pertemuan daring melalui Zoom yang dijadwalkan pada hari Senin, 10 Agustus 2026. Rapat koordinasi virtual ini akan melibatkan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait. Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat dapat mempersiapkan dan merapikan data-data yang diperlukan mengenai status lahan sebelum melangkah ke tahap evaluasi berikutnya.

Puncak dari rangkaian koordinasi ini akan berlangsung pada hari Rabu, 12 Agustus 2026, di mana TP2SR Kemensos akan menggelar forum Desk Evaluation. Kegiatan Desk Evaluation ini direncanakan akan mempertemukan 57 Pemerintah Daerah yang menaungi 61 Sekolah Rakyat rintisan di wilayah mereka masing-masing. Forum ini diselenggarakan dengan tujuan utama membangun sinergi yang kuat lintas kementerian dan lembaga terkait yang memiliki wewenang atas masalah lahan dan pembangunan, seperti Kementerian PU, Kementerian ATR/BPN, Kementerian LHK, Kementerian Pertanian (Kementan), Kemendagri, hingga Perhutani.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Gus IpulSekolah RakyatpendidikanKemensosTP2SRAgus Jabo

Berita Terbaru Lainnya

Polisi Ungkap Kronologi dan Hasil Forensik Kematian Eks Istri Anggota Polri di MedanBareskrim Polri Usut Kasus Dugaan Penyelundupan 53 Ton Pasir Timah Ilegal di BelitungRS Pusri Palembang Akhiri Kerja Sama dengan Dokter yang Hina Pasien BPJSPolda Babel Tetapkan 4 Tersangka Kasus Penampungan 52,5 Ton Bijih Timah Ilegal di BelitungKPK Bakal Panggil Kepala Imigrasi Jakarta Selatan Terkait Temuan Uang Sin$8.500TNI AD Tegaskan Pemegang Sertifikat Pramuka Garuda Tetap Wajib Ikuti Seleksi Prajurit25 Siswa dan Guru di Bogor Diduga Keracunan Usai Menyantap Menu Makan Bergizi GratisKorlantas Polri Pastikan Isu Tilang Manual Menyeluruh dan Kenaikan Denda 150 Persen Adalah Hoaks

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap