Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Internasional

Donald Trump Klaim Kesepakatan Perlucutan Senjata Hamas di Gaza, Pihak Terkait Belum Konfirmasi

Bambang HandayaniDiterbitkan 31 Jul 2026 - 09.04 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Donald Trump Klaim Kesepakatan Perlucutan Senjata Hamas di Gaza, Pihak Terkait Belum Konfirmasi
Foto/Ilustrasi: Media Indonesia
A-A+

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan sebuah klaim mengenai kesepakatan bersejarah yang ditujukan untuk mewujudkan perlucutan senjata secara menyeluruh terhadap kelompok Hamas serta seluruh kelompok bersenjata lainnya di wilayah Jalur Gaza. Pengumuman mengejutkan tersebut disampaikan oleh Trump secara langsung melalui sebuah unggahan di platform media sosial pribadinya, Truth Social. Dalam keterangannya, Trump menegaskan bahwa kesepakatan pelucutan senjata ini berhasil dicapai melalui sebuah badan yang ia sebut sebagai Board of Peace. Langkah ini diklaim sebagai bagian penting dari rencana perdamaian bertahap yang digagasnya untuk mengakhiri perang yang berkepanjangan di kawasan Gaza.

Dalam skema yang dipaparkan, proses perlucutan senjata terhadap seluruh kelompok bersenjata menjadi landasan krusial guna memfasilitasi pembentukan pemerintahan teknokratis yang baru di wilayah tersebut. Jalur Gaza nantinya diproyeksikan bakal dipimpin oleh sebuah pemerintahan baru Palestina yang akan menjalankan roda birokrasi secara berdampingan dengan Board of Peace. Seiring berjalannya proses penyerahan senjata oleh kelompok-kelompok terkait, penarikan mundur pasukan militer Israel akan dilakukan secara bertahap dari wilayah konflik. Selanjutnya, tanggung jawab tata kelola keamanan di Gaza akan sepenuhnya diserahkan kepada Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force, yang akan bekerja sama dengan kepolisian baru Palestina. Trump juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada tim administrasinya serta para mediator dari negara Mesir, Qatar, dan Turki yang dinilai telah membantu memfasilitasi jalannya negosiasi tersebut.

Baca Juga

Catatan Basarnas, 601 Kecelakaan Kapal Terjadi di Perairan Indonesia hingga Agustus 2026

Catatan Basarnas, 601 Kecelakaan Kapal Terjadi di Perairan Indonesia hingga Agustus 2026

Meski Trump telah mempublikasikan klaim pencapaian diplomatik ini, situasi di lapangan masih diselimuti ketidakpastian. Hingga Kamis malam waktu setempat, baik pihak Hamas maupun Kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan verifikasi atau konfirmasi resmi apa pun terkait kesepakatan perlucutan senjata tersebut. Jauh sebelum pengumuman ini muncul, Hamas memang sempat mengutarakan niat untuk membubarkan pemerintahannya di Gaza pada bulan ini. Akan tetapi, dalam pernyataan resmi mereka saat itu, Hamas sama sekali tidak menyinggung perihal perlucutan senjata. Di saat yang bersamaan, dinamika internal Hamas juga tengah bergulir dengan penunjukan Khalil al-Hayya sebagai pemimpin baru. Sosok ini terpilih menggantikan Yahya Sinwar setelah melewati persaingan ketat dengan Khaled Meshaal. Dalam pidato perdananya, al-Hayya berjanji untuk membangun kembali Gaza serta menegaskan komitmen penuh terhadap kemerdekaan Palestina.

Ketidakpastian atas klaim kesepakatan damai tersebut kian bertolak belakang dengan eskalasi situasi keamanan yang masih terus memakan korban. Kendati status gencatan senjata tengah berlaku, kekerasan bersenjata tetap terjadi di wilayah Gaza. Sedikitnya 12 warga Palestina tewas akibat tiga serangan terpisah yang dilancarkan oleh militer Israel. Salah satu insiden mematikan melibatkan serangan pesawat nirawak atau drone Israel yang menghantam kerumunan warga di sebuah acara pemakaman di Gaza tengah selama masa gencatan senjata, menewaskan delapan orang dan melukai 20 lainnya. Serangan Israel lainnya juga merenggut nyawa empat warga Palestina, termasuk dua anak-anak, serta melukai 35 orang. Di luar Gaza, lembaga Hak Asasi Manusia PBB turut memperingatkan bahwa kondisi di Tepi Barat kian memburuk akibat rentetan serangan para pemukim Israel. Militer Israel atau IDF juga dilaporkan terus memperkuat kendali fisik dengan membangun penghalang pasir sepanjang 23 kilometer di Jalur Gaza guna memisahkan area di bawah kontrol Israel dengan wilayah yang masih dikuasai Hamas.

Baca Juga

9 Kabupaten dan Kota di NTB Siaga Darurat Kekeringan akibat El Nino

9 Kabupaten dan Kota di NTB Siaga Darurat Kekeringan akibat El Nino

Dinamika konflik ini semakin kompleks seiring dengan berkembangnya berbagai tekanan hukum dan politik di tingkat regional maupun domestik Israel. Sebuah pengadilan di Istanbul telah menerbitkan surat perintah penahanan internasional terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait kasus Global Sumud Flotilla serta dugaan genosida di Gaza. Sementara itu, di dalam negeri Israel, suhu politik terus memanas menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang. Pemilu ini diproyeksikan akan sangat ditentukan oleh isu-isu krusial seperti akuntabilitas atas serangan Hamas, strategi keamanan baru, aturan wajib militer bagi kelompok ultra-Ortodoks, hingga masalah lonjakan biaya hidup. Di tengah berbagai tekanan tersebut, otoritas Israel juga dilaporkan mengalokasikan dana mencapai Rp100 miliar untuk membangun parit khusus berisi buaya. Fasilitas ini dibangun mengelilingi sel berkeamanan tinggi di Penjara Ketziot yang difungsikan untuk menampung para anggota Hamas yang ditahan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpgazaTimur TengahIsraelPalestinaHamas

Berita Terbaru Lainnya

Brimob Polda Metro Ikut Padamkan Kebakaran Gudang Tekstil di Pasar AsemkaGempa Magnitudo 5,5 Guncang Wilayah Selatan Bayah Banten, BMKG, Tidak Berpotensi TsunamiSuahasil Gantikan Purbaya, Defisit APBN Dipastikan di Bawah 3 PersenProfil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Pengganti PurbayaKPK Ungkap Hasil Penggeledahan Rumah Kontraktor BengkuluPurbaya Dicopot, Ini Daftar Reshuffle Kabinet Prabowo dari Jilid I hingga VIKM Virgo Diterjang Ombak 3 Meter Lebih Sebelum Karam di Laut JawaIlalang di Kampung Bandan Jakut Kebakaran, 80 Personel Damkar Dikerahkan

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap