Para siswa SMPN 7 Ndoso di Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di ruang terbuka dan di bawah pohon selama dua pekan terakhir. Kondisi ini terjadi setelah bangunan sekolah mereka mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores.
Sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut hingga kini belum dapat digunakan karena faktor keamanan. Meski aktivitas pembelajaran telah kembali berjalan sejak dua pekan lalu, pihak sekolah tercatat belum menerima bantuan tenda darurat maupun fasilitas belajar sementara.
Ketiadaan fasilitas darurat memicu kekhawatiran orang tua murid. Salah satu orang tua siswa, Lukas, meminta pemerintah daerah segera mendistribusikan terpal atau tenda ke sekolah agar proses belajar tidak terganggu oleh cuaca dan keterbatasan ruang terbuka.
Petugas Damkar Majalengka Temukan Jasad Warga saat Padamkan Kebakaran Lahan

Menanggapi situasi tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, Oktavianus Andi Bona, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tenda dan terpal untuk sekolah-sekolah terdampak bencana dikoordinasikan melalui Dinas Pendidikan setempat.
Kerusakan di SMPN 7 Ndoso merupakan bagian dari dampak luas gempa berkekuatan M 7,7 yang melanda Flores pada 15 Agustus 2026. Bencana tersebut memicu kerusakan infrastruktur masif di berbagai wilayah NTT, termasuk jalur transportasi strategis di Ende, Nagekeo, Bajawa, hingga Maumere.
Kebakaran Hutan Pinus di Sadang Kebumen Hanguskan 2,5 Hektare Lahan

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 1.378 sekolah di Flores mengalami kerusakan akibat gempa, dengan 502 unit di antaranya mengalami rusak berat. Dampak guncangan ini juga menyebabkan 1.221 sekolah di NTT sempat menghentikan aktivitas belajar mengajar, serta menimbulkan kerusakan pada sedikitnya 173 rumah ibadah.
Sementara itu, upaya pemulihan infrastruktur terus berjalan di tingkat regional. Sebanyak sembilan ruas jalan nasional yang terdampak kini telah kembali difungsikan setelah pembersihan di 40 titik longsoran utama berhasil diselesaikan. Di sektor logistik, PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan energi untuk seluruh wilayah NTT tetap terjaga selama masa penanganan pascagempa.






