Ratusan warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima penggantian dokumen kependudukan secara langsung di lokasi pengungsian melalui layanan jemput bola. Pelayanan terpadu yang dibuka di Posko Paroki Aeramo, Kecamatan Aesesa, berhasil menerbitkan 300 dokumen administrasi kependudukan (adminduk) sepanjang hari operasional.
Sebanyak 300 dokumen yang selesai diterbitkan terdiri atas 108 KTP elektronik, 93 kartu keluarga (KK), 49 kartu identitas anak (KIA), 26 akta kelahiran, empat akta kematian, dan tiga akta perkawinan. Selain penerbitan fisik, petugas menuntaskan sembilan perekaman biometrik KTP elektronik baru serta mengeluarkan lima surat keterangan pindah warga negara Indonesia (SKPWNI). Petugas juga memproses masing-masing satu berkas untuk berita acara kesepakatan anak angkat, pengesahan anak, dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Dua Anggota DPRD Pemalang Dipanggil KPK Terkait Kasus Bupati Anom

Layanan adminduk darurat ini digelar merespons dampak gempa bumi yang melanda Nagekeo. Bencana tersebut mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia, 22 korban luka-luka, serta merusak 7.430 unit rumah warga dan 540 bangunan kantor maupun fasilitas umum di 113 desa pada enam kecamatan. Banyaknya hunian yang rusak memicu kehilangan dan kerusakan berkas identitas resmi milik warga yang mengungsi.
Pelaksanaan layanan jemput bola diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri berkolaborasi dengan Dinas Dukcapil Nagekeo. Persiapan teknis dimulai pada Selasa (25/8/2026) sejak pukul 07.30 WITA, sebelum dibuka resmi sekitar pukul 09.00 WITA oleh Bupati Nagekeo Simplisius Donatus bersama Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi dan tim pusat yang dipimpin Indersan Rakha.
Sopir Alphard di Surabaya Tabrak Gerobak Bakso dan 10 Kendaraan, Ditangkap Warga

Operasional di posko turut diperkuat tim lapangan Dinas Dukcapil Nagekeo di bawah Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Oscar Yoseph Amekae Sina. Guna mengantisipasi kendala teknis dan jaringan, Ditjen Dukcapil mendistribusikan dukungan logistik berupa 6.000 keping blangko KTP elektronik, persediaan pita cetak (ribbon), serta perangkat konektivitas Starlink agar proses verifikasi dan pencetakan dokumen di tenda pengungsian berjalan cepat.






