Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Business

Ekonomi Negara Meroket 7,8%, Eks Pejabat Singgung Data Palsu

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 9 Sep 2026 - 00.24 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ekonomi Negara Meroket 7,8%, Eks Pejabat Singgung Data Palsu
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pengumuman pertumbuhan ekonomi India sebesar 7,8% pada kuartal terbaru memicu polemik luas di tingkat nasional dan regional. Angka resmi tersebut melampaui proyeksi awal sebesar 7% dan disambut sebagai capaian positif oleh Perdana Menteri Narendra Modi. Namun, sejumlah mantan pejabat dan ekonom mempertanyakan validitas kalkulasi statistik di balik lonjakan angka tersebut.

Mantan Sekretaris Keuangan di bawah pemerintahan Modi, Subhash Garg, menuding angka pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan hasil manipulasi statistik. Garg menyebut pemerintah sengaja merevisi ke bawah nominal produk domestik bruto (PDB) tahun sebelumnya agar laju pertumbuhan tahun berjalan terlihat melonjak tinggi. Menurut perhitungannya, pertumbuhan ekonomi riil India sejatinya berada di kisaran 2,6%.

Sorotan Lembaga Internasional dan Rekam Jejak Data

Kritik terhadap keandalan statistik India bukan yang pertama kali mencuat. Pada November lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) menyematkan peringkat 'C'鈥攖ingkat terendah kedua鈥攑ada data akun nasional India. Penilaian tersebut didasari oleh penggunaan metodologi yang usang, perbedaan perhitungan yang tidak terjelaskan, serta minimnya data musiman.

Baca Juga

Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan, Ini Biaya yang Bikin Maskapai Boncos

Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan, Ini Biaya yang Bikin Maskapai Boncos

Keraguan terhadap data ekonomi di negara tersebut memiliki preseden panjang:

  • Pada 2014, ekonom R Nagaraj melancarkan protes keras ketika salah satu angka dalam laporan PDB dinaikkan hingga 108% dari hasil kesepakatan komite.
  • Pada 2019, pemerintah sempat menahan rilis laporan ketenagakerjaan saat tingkat pengangguran menyentuh rekor tertinggi dalam 45 tahun sebesar 6,1%, memicu pengunduran diri dua anggota Komisi Statistik Nasional.
  • Pelaksanaan sensus penduduk nasional yang sedianya digelar pada 2021 tertunda dan baru dimulai pada April 2026, memperlebar celah akurasi data demografi.

Pihak pendukung pemerintah, termasuk Shamika Ravi, menepis kritik tersebut. Ia menyatakan bahwa peringkat statistik 'C' dari IMF setara dengan peringkat yang dipegang China, serta menyebut langkah revisi data merupakan bagian dari rekomendasi IMF. Di sisi lain, mantan Kepala Ahli Statistik India Pronab Sen menekankan bahwa persoalan mendasar tetap bertumpu pada tingkat kepercayaan publik terhadap data dasar yang dihimpun pemerintah.

Kesenjangan Indikator Lapangan dan Dampak Kebijakan

Keraguan terhadap klaim pertumbuhan ekonomi 7,8% kian mengemuka seiring kontrasnya data di sektor ketenagakerjaan dan sosial. Laporan dari Universitas Azim Premji mencatat hampir 40% lulusan perguruan tinggi di bawah usia 25 tahun berstatus menganggur. Selain itu, data dari lembaga pemikir (think tank) pemerintah menunjukkan 87 juta pemuda India berada dalam kategori tidak bekerja, tidak menempuh pendidikan, dan tidak mengikuti pelatihan keterampilan.

Baca Juga

Pertamina Sebut tak Ada Komplain Signifikan dari Pengguna B50

Pertamina Sebut tak Ada Komplain Signifikan dari Pengguna B50

Keterlambatan pembaruan data juga berdampak langsung pada penyaluran bantuan sosial. Ekonom Reetika Khera memperkirakan sekitar 100 juta warga miskin kehilangan akses terhadap subsidi pangan akibat pemerintah masih memakai basis data sensus lama yang kedaluwarsa.

Kontroversi data ekonomi ini turut menyedot perhatian negara tetangga. Surat kabar harian asal Sri Lanka, Daily FT, secara terbuka mengingatkan para perumus kebijakan domestiknya agar tidak meniru kisruh pengelolaan statistik yang tengah berlangsung di India.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pertumbuhan ekonomiEkonomi Internasional

Berita Terbaru Lainnya

Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan, Ini Biaya yang Bikin Maskapai BoncosAbu Vulkanis Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta, PAM Jaya Pastikan Air AmanPertamina Sebut tak Ada Komplain Signifikan dari Pengguna B50Mentan Amran Raih Kinerja Terbaik di Kabinet Merah Putih Dua Tahun Berturut-turutRusia Tutup Konsulat Jerman Terkait Insiden Drone di LeipzigSekda Cilacap Alokasikan THR untuk Kasat Reskrim & Kasi KejariBupati Sudewo Bantah Sogok Gus Miftah Rp15 M untuk Amankan KasusBerawal dari SPG Digoda, 2 Kelompok Pekerja di Summarecon Mall Bekasi Terlibat Keributan

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap