Maskapai penerbangan Vietjet terus memperkuat keandalan armadanya di tengah rencana ekspansi rute di kawasan Asia-Pasifik serta persiapan peluncuran rute perdana menuju Eropa yang dijadwalkan pada Oktober 2026. Penguatan operasional ini direalisasikan melalui perluasan kemitraan strategis bersama Thales dan CFM International, mencakup sektor maintenance, repair and overhaul (MRO), dukungan komponen pesawat, teknologi penerbangan digital, kecerdasan buatan (AI), hingga keamanan siber.
Kesepakatan bilateral tersebut diumumkan di Paris, Prancis, bertepatan dengan kunjungan resmi Sekretaris Jenderal sekaligus Presiden Vietnam To Lam pada September 2026. Kolaborasi ini turut memperkokoh kesiapan operasional maskapai pada jaringan internasionalnya, termasuk rute langsung yang menghubungkan Indonesia dari Jakarta dan Bali menuju Hanoi serta Ho Chi Minh City. Untuk mendukung peningkatan minat bepergian penumpang, Vietjet sebelumnya juga telah menggelar program promo tiket Tanggal Kembar 7.7 yang berlangsung pada 7–9 Juli 2026.
Kemitraan MRO dan Solusi Digital Bersama Thales
Dalam kerja sama dengan Thales, Vietjet menyepakati kontrak MRO melalui skema Repair-By-The-Hour (RBTH). Berdasarkan kontrak tersebut, Thales akan menyediakan layanan perawatan komponen bagi armada Airbus Vietjet, yang meliputi varian A320/A321, A321neo/A321XLR, A330, serta A330neo.
Koalisi Masyarakat Sipil Soroti Proses dan Substansi Revisi UU HAM

Selain kesepakatan perawatan armada, Vietjet dan Thales menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk pengembangan ekosistem teknologi penerbangan. Lingkup kerja sama dalam MoU tersebut meliputi bidang penerbangan digital, perangkat avionik, sistem proteksi keamanan siber, dan operasional maskapai berbasis AI.
Pengembangan MRO Mesin Mandiri dan Penguatan Ekosistem Aviasi
Sementara itu, kolaborasi antara Vietjet dan CFM International difokuskan pada pengkajian kapasitas pemeliharaan mesin pesawat secara mandiri di Vietnam. Keduanya menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk menilai kelayakan pengembangan kapabilitas MRO mesin LEAP oleh Vietjet di dalam negeri. Melalui LOI ini, CFM akan mengajukan proposal perjanjian konsultasi advisory yang mencakup pemetaan kebutuhan MRO, fasilitas infrastruktur, kesiapan tenaga kerja, serta pertimbangan industri lokal.
Inul Ungkap Pentingnya Variasi Makanan untuk Hewan Peliharaan

Kemitraan CFM dalam mendukung Vietjet telah terjalin sejak maskapai mendatangkan Airbus A320ceo pertamanya yang ditenagai mesin CFM56 pada 2014. Saat ini, Vietjet mengoperasikan sebanyak 50 armada A320ceo dan A321ceo bertenaga CFM56. Hubungan kedua entitas ini terus berkembang seiring pemesanan 200 armada Boeing 737-8 (mencakup varian Boeing 737-8 dan 737-8-200) yang ditenagai mesin CFM LEAP-1B.
Guna melengkapi keandalan operasional penerbangan secara menyeluruh, unit pendukung layanan darat Vietjet kini juga telah berevolusi menjadi Airport NEO Ground Services Company untuk memperkuat integrasi ekosistem aviasinya.






