Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Ekspor Mengalami Kontraksi, Ekonom Ingatkan Pemerintah Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Togar SiregarDiterbitkan 6 Agu 2026 - 16.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ekspor Mengalami Kontraksi, Ekonom Ingatkan Pemerintah Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Perekonomian Indonesia menunjukkan performa yang cukup positif pada kuartal kedua tahun 2026. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) jika dibandingkan dengan kuartal II tahun 2025. Jika diakumulasikan, pertumbuhan ekonomi nasional secara cumulative-to-cumulative (ctc) mencapai angka 5,34 persen, sedangkan pertumbuhan dari kuartal ke kuartal (qtq) berada di level 3,73 persen. Pada periode ini, nilai nominal PDB Indonesia atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp 3.576,2 triliun, sementara PDB atas dasar harga berlaku berhasil menyentuh angka Rp 6.552,1 triliun.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Pencapaian pertumbuhan ekonomi ini tidak lepas dari kuatnya sokongan aktivitas domestik yang menjadi pilar utama. Konsumsi rumah tangga menjadi motor penggerak terbesar dengan memberikan kontribusi atau andil pertumbuhan mencapai 2,67 persen. Selain konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi langsung turut memberikan sumbangsih signifikan sebesar 2,06 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Di sisi lain, belanja pemerintah juga ikut menopang dengan kontribusi sebesar 1,07 persen. Konsumsi pemerintah tersebut di antaranya disalurkan melalui bantuan sosial serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan dapat terlaksana secara lebih efisien, efektif, dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Baca Juga

Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten Bandung Resmi Beroperasi, Tampung 560 Siswa

Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten Bandung Resmi Beroperasi, Tampung 560 Siswa

Dilihat dari perspektif lapangan usaha, kinerja perekonomian pada kuartal II 2026 ini disokong oleh beberapa sektor utama yang dominan. Lapangan usaha yang menjadi penopang utama struktur ekonomi Indonesia pada periode ini adalah industri pengolahan, sektor perdagangan, serta sektor informasi dan komunikasi. Sementara itu, jika ditinjau dari laju pertumbuhan sektoral secara tahunan, sektor pengadaan listrik dan gas berhasil mencatatkan kinerja yang paling impresif. Sektor pengadaan listrik dan gas ini membukukan pertumbuhan tertinggi dibandingkan sektor-sektor lainnya, yakni mencapai angka 10,81 persen secara yoy.

Meskipun indikator domestik menunjukkan kinerja yang solid, tantangan besar datang dari sektor perdagangan internasional. Ekonom Ryan Kiryanto menyoroti adanya kontraksi atau pertumbuhan negatif pada kinerja ekspor dan impor Indonesia dalam laporan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 yang dirilis BPS tersebut. Berdasarkan data BPS, kontribusi neto dari sektor ekspor-impor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tercatat minus 0,78 persen. Kontraksi pada sektor eksternal ini dipicu oleh melemahnya permintaan global serta penurunan harga untuk komoditas andalan Indonesia di pasar internasional, seperti batu bara, nikel, dan bauksit. Selain itu, tekanan global juga diperberat oleh adanya kebijakan kenaikan tarif sebesar 10 persen yang diperkenalkan oleh Amerika Serikat (AS).

Baca Juga

Skema Buka-Tutup Jadi Jalan Tengah Akses Bendungan Lahor

Skema Buka-Tutup Jadi Jalan Tengah Akses Bendungan Lahor

Kondisi ekspor dan impor yang mengalami pertumbuhan negatif ini tentu memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Guna mengantisipasi tekanan yang berkelanjutan pada neraca perdagangan, Ryan Kiryanto menyarankan agar pemerintah segera mendorong ekspor alternatif, khususnya yang bersumber dari sektor manufaktur. Langkah strategis dan upaya promosi ekspor alternatif dari sektor manufaktur ini dinilai sangat krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan demikian, target pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk keseluruhan tahun 2026 yang dipatok pada kisaran 5,3 persen hingga 5,6 persen tetap dapat tercapai dengan baik.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pertumbuhan ekonomiEkonomi IndonesiaBPSKinerja Ekspor

Berita Terbaru Lainnya

Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten Bandung Resmi Beroperasi, Tampung 560 SiswaAS Kembalikan Dana Bea Masuk Impor Era Trump Senilai Rp 1.790 TriliunSkema Buka-Tutup Jadi Jalan Tengah Akses Bendungan LahorMendagri Siapkan Tiga Langkah Atasi Kendala Gaji Pegawai PemdaRencana Kenaikan Obligasi Daerah Jakarta Menjadi Rp 5,2 Triliun untuk LRT dan Rumah SakitDPRD Kota Bandung Desak Pemkot Tempuh Jalur Pidana dan Perdata Terkait Penebangan 10 PohonKemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham Whoosh, Ditargetkan Rampung September 2026GMR Bangun Bandara Internasional di Vizag India, Jajaki Rute Penerbangan ke Indonesia

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap