Forum Fasilitas Produksi Migas (FFPM) 2026 resmi dimulai di InterContinental Bandung dengan mengangkat tema "Securing Energy Supply Across Production Facilities and Infrastructure". Kegiatan yang mempertemukan praktisi industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan migas ini diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI) bekerja sama dengan SKK Migas.
Jika pada periode awal sejak 2018 forum ini lebih banyak berfokus pada pembahasan isu fasilitas produksi konvensional, gelaran 2026 kini diarahkan untuk memperkuat keterhubungan rantai pasok secara terintegrasi. Dinamika sektor energi saat ini menuntut integrasi yang lebih solid antara sektor hulu dan hilir guna memitigasi risiko disrupsi pasokan.
Ketua FFPM 2026 Irfan Eka Wardhana menjelaskan bahwa dinamika industri migas memerlukan sinkronisasi fasilitas yang semakin ketat. Menurutnya, FFPM 2026 secara khusus dirancang untuk menjembatani sinergi hulu dan hilir guna memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga.
Ketua IAFMI Luky A. Yusgiantoro menyampaikan bahwa forum ini konsisten menjadi wadah urun rembuk penanganan tantangan energi nasional sejak 2018 dengan dukungan SKK Migas. Pada pembukaan acara, Luky juga mewakili Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam menyampaikan pidato pembuka. Sebelumnya, sambutan Ketua Umum IAFMI dibacakan oleh Sekretaris Jenderal IAFMI Gede Pramona yang didampingi Irfan Eka Wardhana.
DJP Proses 38 Perusahaan Baja Terkait Dugaan Pengemplangan Pajak

Pidato utama gelaran ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman. Dalam paparannya, Laode menegaskan pentingnya menjaga ketahanan energi nasional di tengah tingginya ketidakpastian geopolitik global. Di samping pembahasan strategis, IAFMI turut meresmikan kerja sama dengan beberapa entitas, yakni Octave, Sucofindo, dan Universitas Diponegoro.
Tiga Sesi Panel Strategis Hari Pertama
Hari pertama FFPM 2026 diisi dengan tiga sesi diskusi panel yang membedah keandalan infrastruktur dan transisi energi.
Panel pertama bertajuk "Building Resilient Energy Infrastructure through Project Execution and Asset Management" dipandu oleh Luky A. Yusgiantoro. Sesi ini menghadirkan Fata Yunus (VP Drilling & Well Intervention Pertamina Hulu Energi), Alastair Anderson (VP Projects BP Asia Pacific & India Upstream), Anjar Priyambudi (VP Asset Integrity Management Pertamina Patra Niaga), serta Rudianto Rimbono (President Commissioner PT Energi Mega Persada).
Sesi kedua mengangkat topik "Integrated Energy Value Chain: Connecting Upstream to Downstream" dengan moderator Widhyawan Prawiraatmadja. Panel ini melibatkan Rikky Rahmat Firdaus (Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas), Satya Widya Yudha (Anggota Dewan Keamanan Energi), Patuan Alfon Simanjuntak (Sekretaris BPH Migas), dan Jaffee Arizon Suardin (Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina Persero).
Waskita Karya Luncurkan Sistem Host to Host dan Raih Sertifikasi SNAP

Adapun panel ketiga membahas pengamanan gas domestik melalui tema "Sustainable Energy Transition for Domestic Gas Security" yang dimoderatori Daniel S. Purba. Narasumber yang hadir meliputi Kuniaki Uno (Presiden Direktur PT Diamond Gas Management Indonesia), Mohammad Rasyid Ridha (Group Head Engineering and Technology PT Perusahaan Gas Negara Tbk), Aulia Arif Hidayat (VP Operations of Operating Company SEARAH Ketapang Ltd.), serta Agus Purnomo (General Manager Proyek Gas PLN EPI).
Rangkaian Agenda Teknis hingga Penutupan
Kegiatan FFPM 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (3/9). Agenda hari kedua difokuskan pada forum teknis yang mengulas aspek operasional dan pemeliharaan, manajemen proyek, inovasi desain dan teknologi, serta keberlanjutan energi.
Pada hari terakhir, rangkaian kegiatan akan ditutup dengan agenda konsolidasi strategis industri melalui penganugerahan IAFMI Innovation Award, pelaksanaan Business Forum, dan seremoni penutupan resmi.






