Panggung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Shanghai Cooperation Organisation (SCO) di Bishkek menjadi arena bagi Iran untuk melayangkan pesan terbuka kepada Amerika Serikat. Di hadapan para pemimpin dunia yang hadir, termasuk Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kesiapan Teheran untuk merespons langkah Washington terkait kesepakatan bilateral kedua negara.
Dalam pidatonya pada Selasa (1/9/2026), Pezeshkian menggarisbawahi bahwa kepatuhan AS terhadap komitmen bersama merupakan kunci utama peredaan ketegangan saat ini.
"Saya menyatakan dengan jelas bahwa jika Amerika Serikat kembali ke komitmennya berdasarkan Nota Kesepahaman, Republik Islam Iran akan segera membalas," ujar Pezeshkian seperti dikutip dari media pemerintah Iran.
Skandal Kecurangan Besar CPNS Terungkap, Negara Pecat 3.868 ASN

Sikap tersebut merujuk langsung pada kesepakatan sementara yang sebelumnya dicapai Teheran dan Washington pada Juni. Perjanjian tersebut dirancang sebagai upaya meredakan benturan militer yang sempat pecah menyusul serangan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Dalam rangkaian eskalasi tersebut, AS dilaporkan sempat melancarkan serangan ke Pulau Larak. Aksi itu kemudian dibalas oleh Iran yang membidik dua pangkalan udara milik AS di Yordania.
Keberlanjutan nota kesepakatan tersebut memiliki nilai strategis yang besar bagi stabilitas kawasan. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah Iran berulang kali menegaskan bahwa kepatuhan AS terhadap kesepakatan Juni menjadi salah satu syarat mutlak bagi Teheran untuk tetap menjamin kebebasan navigasi dan pelayaran kapal internasional yang melintasi Selat Hormuz.
Potret Keluarga Suriah Mencari Nafkah dari Garam Gurun Palmyra

Di sisi lain, Pezeshkian sebelumnya telah mengingatkan bahwa peperangan tidak akan pernah mendatangkan keuntungan bagi pihak mana pun. Teheran menegaskan sikapnya yang masih terbuka terhadap jalan perundingan guna menuntaskan perselisihan dengan pihak Washington.
Menanggapi dinamika yang berlangsung, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan kepada Fox News bahwa pihaknya bakal menyiapkan tanggapan terhadap tindakan Iran. Namun, saat berbicara kepada para jurnalis di Oval Office, Trump menyatakan bahwa perkembangan bentrokan terbaru tersebut belum mengindikasikan kembalinya perang dalam skala penuh.






