Kawasan Palmyra di Suriah mencatatkan produksi garam sekitar 300.000 ton setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Direktur Wilayah Palmyra, Saher al-Saghir, komoditas tersebut dihasilkan dari hamparan lahan seluas kurang lebih 400 hektare yang dikhususkan untuk aktivitas ekstraksi garam.
Di balik angka produksi tersebut, puluhan pekerja menggantungkan hidup dengan memanen kristal garam dari sumur-sumur air asin di gurun Sabkhat al-Muh. Sabkhat al-Muh merupakan danau air asin musiman yang terletak di Gurun Suriah. Di lokasi ini, para pekerja mengumpulkan endapan garam dari dataran asin sebelum mengangkutnya menuju kawasan industri di Palmyra.
Pola Kerja Musiman di Tengah Terik Gurun
Pekerjaan di danau garam ini berlangsung secara musiman. Setiap tahun, para pekerja memboyong keluarga mereka untuk bermukim di wilayah gersang tersebut mulai dari musim semi hingga menjelang turunnya hujan sekitar bulan November. Mereka mendirikan tenda-tenda darurat dan menetap selama berbulan-bulan di bawah paparan sinar matahari langsung demi mengolah sumur air asin.
Tren Belanja Produk Premium Tumbuh, Autentisitas Jadi Pertimbangan Konsumen

Salah seorang pekerja tambang garam, Hassan Abboush, menuturkan bahwa ia telah pindah ke gurun bersama keluarganya sejak bulan Maret. Menambang garam di tengah keterbatasan fasilitas menjadi satu-satunya jalan bertahan hidup karena ia tidak memiliki sumber mata pencarian alternatif lain untuk menafkahi keluarganya.
Upah Bergantung pada Hasil Panen Harian
Penghasilan yang diperoleh para pekerja sangat ditentukan oleh volume garam yang berhasil dikumpulkan setiap harinya. Rata-rata upah harian yang didapatkan berada di kisaran 12,50 hingga 25 dolar AS, atau setara dengan Rp221 ribu hingga Rp443 ribu per hari.
Skandal Kecurangan Besar CPNS Terungkap, Negara Pecat 3.868 ASN

Pendapatan tersebut harus dioptimalkan selama periode panen berlangsung. Ketika musim hujan tiba pada pengujung tahun, aktivitas penambangan terhenti seiring perubahan kondisi danau air asin, sehingga para pekerja harus menunggu hingga musim semi berikutnya untuk dapat kembali berproduksi.






