Rencana kontroversial untuk menjual saham komersial ajang-ajang utama FIFA, termasuk turnamen Piala Dunia, kepada investor swasta akhirnya resmi dibatalkan. Keputusan pembatalan ini diambil menyusul munculnya gelombang penolakan yang sangat masif dari berbagai konfederasi sepak bola lintas benua. Selain itu, muncul pula ancaman pemboikotan turnamen serta pengunduran diri pejabat senior di jajaran internal organisasi sepak bola dunia tersebut.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengonfirmasi secara langsung bahwa usulan komersialisasi tersebut dipastikan tidak akan dilanjutkan ke tahap berikutnya. Pria berusia 56 tahun tersebut dengan tegas menyatakan, "Atas dasar hal itu, usulan ini tidak akan dilanjutkan." Infantino, yang saat ini juga tengah bersiap untuk maju kembali dalam pemilihan Presiden FIFA untuk periode keempat, menjelaskan bahwa rencana pembentukan entitas komersial baru tersebut pada dasarnya baru sebatas proposal yang diajukan.
Sebelumnya, FIFA berencana membentuk sebuah anak perusahaan komersial baru yang diberi nama FIFA Forward Enterprise (FFE). Entitas baru ini dirancang khusus untuk mengelola aspek-aspek komersial dari kompetisi di bawah naungan FIFA dengan membuka peluang masuknya pihak investor swasta. Gianni Infantino sebelumnya sempat menyebut rencana pembentukan FFE ini sebagai sebuah peluang emas untuk pengembangan sepak bola pada tingkat global.
Demi memuluskan rencana pembentukan perusahaan tersebut, FIFA bahkan menawarkan dana segar dengan nilai yang sangat besar. Organisasi tersebut menawarkan dana senilai USD 40 juta atau sekitar Rp721 miliar bagi setiap asosiasi dari total 211 anggota yang bersedia memberikan dukungan mereka terhadap pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE).
Paduan Olahraga dan Jejaring Bantu Pemulihan Gempa NTT

Meskipun ada tawaran dana besar, hal tersebut tidak mampu membendung arus penolakan dari sejumlah kekuatan besar sepak bola dunia. UEFA, yang menaungi 55 negara Eropa, menjadi salah satu penentang paling keras. Mereka bahkan melayangkan ancaman untuk memboikot gelaran Piala Dunia jika rencana komersialisasi tersebut tetap dijalankan. Pihak UEFA dengan tegas menyatakan bahwa sepak bola bukanlah sebuah aset yang bisa diperdagangkan.
Penolakan yang sama juga datang dari wilayah konfederasi lainnya. Concacaf, yang menaungi wilayah Amerika Utara, Tengah, dan Karibia, bersama dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), menyatakan sikap yang sama untuk berdiri sejajar menentang proyek komersialisasi tersebut. Federasi sepak bola AS (US Soccer) juga secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap langkah penolakan yang diambil oleh pihak Concacaf.
Secara hitungan suara di internal FIFA, penolakan dari UEFA, Concacaf, dan AFC ini menjadi hambatan yang tidak bisa diabaikan. Ketiga konfederasi tersebut mengantongi total 136 suara. Sementara itu, batas minimal suara yang dibutuhkan agar proposal komersialisasi ini dapat disahkan hanyalah 106 suara. Dengan penolakan solid dari ketiga konfederasi besar tersebut, usulan terkait FFE dipastikan tidak akan memenuhi syarat minimal suara.
Niecy Nash Bocorkan Musim 2 All's Fair Bakal Spicy, Ada Rahasia Besar dan Plot Twist Mengejutkan

Di sisi lain, tidak semua anggota menolak rencana komersialisasi ini. Ketua Umum PSSI Erick Thohir tercatat memberikan dukungannya terhadap proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Namun, dukungan dari PSSI tersebut tidak mengubah peta kekuatan suara yang mayoritas menolak langkah komersialisasi kompetisi.
Tekanan terhadap Gianni Infantino tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam lingkaran internal FIFA. Carlos Cordeiro, yang menjabat sebagai penasihat senior Infantino untuk strategi global dan tata kelola, memilih untuk mengundurkan diri dari posisinya. Saat memutuskan mundur dari jabatannya, Cordeiro menyatakan, "Ini kesepakatan yang buruk bagi sepak bola dan sama saja dengan menggadaikan masa depan sepak bola."
Menghadapi situasi yang semakin tidak menguntungkan dengan adanya ancaman boikot yang nyata serta hilangnya dukungan suara mayoritas, rencana penjualan saham komersial tersebut akhirnya dihentikan. Pembatalan ini memastikan bahwa usulan penjualan saham ajang utama FIFA kepada pihak swasta tidak akan direalisasikan dalam waktu dekat.






