Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Internasional

Gelombang Pembangkangan Sipil Landa Tripoli Akibat Pemadaman Listrik Sepuluh Jam

Uria KilaDiterbitkan 28 Jul 2026 - 03.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Gelombang Pembangkangan Sipil Landa Tripoli Akibat Pemadaman Listrik Sepuluh Jam
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Warga di ibu kota Libya, Tripoli, melancarkan aksi pembangkangan sipil berskala besar sebagai bentuk protes keras terhadap krisis energi yang terus memburuk. Pemadaman listrik berkepanjangan yang kini mencapai sepuluh jam setiap hari, ditambah dengan beban tingginya tarif listrik, telah memicu kemarahan luas di tengah masyarakat. Sebagai bentuk penolakan, massa turun ke jalan untuk memblokade sejumlah jalur lalu lintas utama, serta menutup berbagai fasilitas publik dan kantor-kantor pemerintahan. Kondisi ini memperlihatkan eskalasi ketidakpuasan warga terhadap pelayanan publik yang dinilai terus mengalami kemunduran.

Aksi demonstrasi besar-besaran ini dipelopori oleh sebuah kelompok yang menamakan diri Gerakan Souq Al-Jumaa. Berdasarkan pernyataan resmi yang dikeluarkan kelompok tersebut pada hari Minggu, tujuan utama mereka bukan sekadar mengganggu rutinitas harian warga, melainkan sebuah upaya terencana untuk melumpuhkan pemerintah sepenuhnya. Gerakan ini secara tegas menuntut adanya pertanggungjawaban atas berbagai dugaan praktik korupsi. Lebih jauh lagi, mereka mendesak pembubaran seluruh institusi politik utama di Libya, yang mencakup pemerintah yang berkuasa, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Negara, hingga Dewan Kepresidenan.

Berdasarkan laporan Al Jazeera pada Senin, 27 Juli 2026, rentetan aksi protes terlihat di berbagai titik strategis ibu kota. Di wilayah Janzour yang terletak di sebelah barat Tripoli, para pengunjuk rasa melakukan blokade di sepanjang jalan pesisir. Massa juga memusatkan pergerakan dengan berkumpul di depan Pembangkit Listrik Tripoli Barat guna menyuarakan penolakan terhadap durasi pemadaman harian yang memakan waktu berjam-jam. Melalui sejumlah rekaman video yang telah diverifikasi kebenarannya, demonstran tampak membakar ban di tengah jalan utama. Aksi blokade juga terjadi di depan gedung Kementerian Luar Negeri, di mana massa secara sengaja menumpahkan muatan tanah dari sebuah truk tepat di area pintu masuk untuk menghalangi seluruh akses ke dalam gedung tersebut.

Baca Juga

Klub Jalur Sutra" Dibentuk di RI, China Siap Gandeng Indonesia

Klub Jalur Sutra" Dibentuk di RI, China Siap Gandeng Indonesia

Selain fasilitas pemerintahan dan infrastruktur jalan, unjuk rasa turut menyasar sektor telekomunikasi nasional. Kantor operator telekomunikasi milik negara, Libyana, yang berlokasi di distrik Souq Al-Jumaa, menjadi salah satu target massa. Kelompok pengunjuk rasa di lokasi ini didominasi oleh kalangan pemuda yang turun ke jalan membawa berbagai spanduk. Spanduk-spanduk tersebut secara spesifik berisi kritik yang dialamatkan langsung kepada Perdana Menteri Abdul Hamid Dbeibah.

Gelombang pembangkangan sipil ini kemudian menjalar semakin luas hingga ke wilayah Tajoura, yang berada di sebelah timur Tripoli. Rekaman video dari kawasan tersebut memperlihatkan para demonstran memasang pengumuman yang menyatakan bahwa kantor pemerintah kota setempat telah ditutup. Gerakan masyarakat di Tajoura bahkan mengeluarkan seruan boikot total terhadap seluruh aktivitas lembaga negara yang mulai diberlakukan pada hari Senin. Mereka secara terbuka menyatakan penolakan terhadap legitimasi Pemerintah Persatuan Nasional serta Dewan Perwakilan Rakyat, dengan menyebutkan bahwa aksi tersebut merupakan respons atas terus memburuknya pelayanan publik.

Baca Juga

Presiden Ini Izinkan Polisi Masuk Kampus jika Terjadi Demo Rusuh

Presiden Ini Izinkan Polisi Masuk Kampus jika Terjadi Demo Rusuh

Krisis listrik saat ini memaksa Perusahaan Listrik Umum Libya untuk kembali menerapkan sistem pemadaman bergilir bagi warga. Hal ini menjadi sebuah langkah mundur, mengingat jaringan listrik di negara tersebut sempat berada dalam kondisi yang relatif stabil selama sekitar dua tahun terakhir. Hingga saat laporan ini diturunkan, Pemerintah Persatuan Nasional belum mengeluarkan tanggapan resmi mengenai meluasnya aksi protes di ibu kota. Kembalinya pemadaman listrik hingga sepuluh jam per hari ini semakin memperparah ketidakpuasan masyarakat Libya, yang sebelumnya telah lama terbebani oleh lonjakan inflasi, pelemahan nilai tukar mata uang, kelangkaan bahan bakar, terbatasnya likuiditas keuangan, serta kebuntuan politik yang tidak kunjung usai selama bertahun-tahun.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

LibyaTripoliKrisis ListrikPembangkangan SipilDemonstrasi

Berita Terbaru Lainnya

SAR soal Viral Kapal Terbalik di Dekat Anak Krakatau, NihilWanita Hamil 7 Bulan Tewas di Bekasi Usai Kencan Open BO MiChatMendikdasmen Sebut Revitalisasi Pascabanjir SMP Negeri 16 Medan RampungSaham Summarecon Rontok Usai Bosnya Kena OTT KPKBP BUMN dan Adhi Karya Minta Maaf ke Konsumen LRT CitySosok Menkeu Suahasil di Mata OJK, Figur Mumpuni dan Kenal BaikLRT Jakarta Buka Uji Coba Rute Kelapa Gading-Manggarai Gratis, Simak Prosedur PendaftarannyaPenumpang Pesawat di Bandara Juanda Sembunyikan Anak Monyet dalam Koper Bagasi

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap