Dunia panjat tebing internasional kini harus bersiap menghadapi gelombang baru dari Indonesia. Keberhasilan membawa pulang medali perak dari ajang World Climbing Youth Championship 2026 di Arco, Italia, menjadi sinyal kuat bahwa tongkat estafet prestasi panjat tebing Indonesia berada di tangan yang tepat. Prestasi ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata bahwa regenerasi atlet yang dirancang Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) berjalan dengan sangat baik dan siap menantang dominasi dunia.
Panggung pembuktian itu terjadi pada Rabu, 22 Juli, ketika Haddan Malik Baqmuhyibar turun di nomor speed putra U19. Dalam laga final yang berlangsung sangat ketat di Italia, Haddan harus berhadapan dengan wakil tangguh asal Tiongkok, Yanze Shi. Haddan mencatatkan waktu 6,21 detik, terpaut tipis dari lawannya yang membukukan waktu 6,07 detik. Meskipun sebuah insiden kecil di mana kaki kanannya sedikit terpeleset menjelang garis finis menghalanginya meraih emas, perjuangan keras Haddan patut diacungi jempol karena ia mampu memberikan perlawanan maksimal hingga detik terakhir.
Ujian Skuad Baru Thailand di Markas Laos pada Laga Pembuka Piala AFF 2026

Pelatih tim nasional panjat tebing disiplin speed, Galar Pandu Asmoro, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian bersejarah ini. Menurut Galar, ini adalah momen pertama kalinya lagu Indonesia Raya bergaung mengiringi atlet tanah air naik ke podium World Youth Championship dengan raihan medali perak. Pencapaian ini membuktikan bahwa program pemusatan latihan nasional yang dijalani di Bekasi, Jawa Barat, berhasil menjaga konsistensi performa atlet. Sepanjang kompetisi, Haddan menunjukkan stabilitas performa yang luar biasa dengan rata-rata catatan waktu mencapai 5,152 detik, sebuah angka yang mendekati catatan terbaiknya selama latihan.
Namun, cerita manis dari Italia tidak hanya milik Haddan seorang. Indonesia juga menunjukkan tajinya di disiplin non-speed melalui penampilan impresif Ardana Cikal Damarwulan. Bersaing di nomor boulder dan lead kategori U17, Cikal berhasil membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar yang merata di berbagai nomor spesialisasi. Ia sukses menembus babak final yang hanya diikuti oleh delapan peserta terbaik dunia, setelah sebelumnya mengamankan posisi keenam pada fase semifinal. Langkah Cikal ini membuka harapan baru bagi perkembangan disiplin boulder dan lead di tanah air.
Ujian Perdana Juara Bertahan Vietnam Menghadapi Kolektivitas Timor Leste di Piala AFF 2026

Kejuaraan dunia remaja yang berlangsung pada 18 hingga 25 Juli 2026 ini menjadi lembaran baru bagi masa depan olahraga panjat tebing Indonesia. Dengan mengirimkan dua perwakilan muda terbaiknya, FPTI berhasil menunjukkan bahwa Indonesia tidak akan kehabisan talenta berbakat untuk bersaing di level tertinggi. Prestasi di Arco ini diharapkan menjadi batu loncatan yang kokoh bagi Haddan dan Cikal untuk terus berkembang, sekaligus menjadi motivasi bagi para pemanjat muda lainnya di tanah air untuk berani bermimpi dan menaklukkan dinding-dinding dunia.






