Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyiapkan hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta bagi masyarakat yang dapat memberikan informasi akurat mengenai pelaku pembakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Langkah ini diambil guna mempersempit ruang gerak pelaku pembakar lahan yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah turut menjamin kerahasiaan identitas setiap warga yang berani melaporkan dugaan tindak pidana lingkungan tersebut. Agustiar menegaskan, pemberian insentif ini bukan ditujukan untuk memicu aksi saling tuduh di tengah masyarakat, melainkan sebagai bentuk penghargaan atas kepedulian warga dalam menyediakan data yang valid demi membantu proses penegakan hukum serta mitigasi bencana.
Pernyataan tersebut disampaikan Agustiar saat memimpin kunjungan kerja ke Kotawaringin Timur pada Jumat (28/8). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Kalteng, termasuk Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Potret Bencana di RI, Wilayah di Sumatra Ini Dihantam Kebakaran-Banjir

Kunjungan ke daerah tersebut ditujukan untuk memperkuat koordinasi serta sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, khususnya dalam menghadapi ancaman musim kemarau tahun ini yang dinilai relatif kuat dan berpotensi memicu lonjakan titik api akibat fenomena El Nino.
Dalam arahannya, Agustiar mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, termasuk saat membersihkan pekarangan rumah maupun membuka area perkebunan. Kondisi cuaca yang kering membuat api mudah merembet tanpa terkendali.
Kemenkes Kirim 160 Nakes Batch 2 ke NTT Perkuat Psikososial Korban Gempa

Kekhawatiran terkait adanya unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan juga menjadi sorotan. Agustiar mencontohkan temuan kasus di Kabupaten Pulang Pisau, di mana aparat keamanan telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran di 12 titik lokasi berbeda. Peristiwa tersebut mengindikasikan adanya kemungkinan pembakaran yang dikoordinasikan secara sengaja di sejumlah titik.
Guna mengantisipasi meluasnya dampak karhutla, Gubernur Kalteng menginstruksikan Bupati Kotawaringin Timur untuk mempererat koordinasi terpadu bersama jajaran Kodim, Polres, dan instansi teknis terkait di lapangan.






