Pasukan Israel dilaporkan telah melancarkan sebuah serangan yang menargetkan fasilitas penting di wilayah konflik. Serangan tersebut menghantam sebuah gudang yang selama ini difungsikan untuk menyimpan berbagai perlengkapan medis. Lokasi gudang penyimpanan perlengkapan medis ini berada tepat di dekat Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs, yang terletak di kawasan Deir Al-Balah, Jalur Gaza. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa serangan terhadap fasilitas pendukung kesehatan ini terjadi pada hari Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Serangan yang terjadi pada malam hari tersebut membawa dampak yang sangat merusak bagi operasional medis di wilayah tersebut. Laporan yang ada menyebutkan bahwa serangan itu telah menghancurkan seluruh fasilitas penyimpanan secara total. Fasilitas penyimpanan tersebut selama ini digunakan secara khusus untuk mendukung dan memastikan kelancaran layanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Kondisi kehancuran di lokasi kejadian terekam dengan jelas pasca insiden tersebut. Rekaman visual di lokasi kejadian menunjukkan seberapa parah kerusakan yang diakibatkan oleh serangan tersebut terhadap infrastruktur gudang medis. Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah kawah besar yang menganga di area yang sebelumnya merupakan bangunan gudang. Kawah besar ini menandakan besarnya dampak ledakan yang menghantam fasilitas tersebut. Selain keberadaan kawah besar, area di sekitar lokasi kejadian juga dipenuhi oleh sisa-sisa kehancuran. Puing-puing material bangunan tampak berserakan tak beraturan di seluruh area gudang. Tidak hanya puing-puing material, potongan-potongan plastik juga terlihat berserakan di sekitar lokasi kejadian, yang semakin memperlihatkan kondisi hancur leburnya fasilitas penyimpanan perlengkapan medis tersebut setelah serangan terjadi.
Serial Widow's Bay Mendominasi Emmy Awards 2026

Terkait dengan insiden penghancuran fasilitas ini, seorang tenaga medis yang bertugas di lokasi tersebut turut memberikan penjelasannya. Dokter di Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs, Khalil Al-Daqran, mengonfirmasi peristiwa yang menimpa fasilitas logistik medis mereka. Ia memaparkan bahwa gudang yang menjadi sasaran serangan tersebut memegang peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan perawatan pasien. Gudang tersebut diketahui berisi berbagai perlengkapan medis yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan operasional rumah sakit sehari-hari. Dalam keterangannya kepada kantor berita Reuters, Khalil Al-Daqran menyampaikan secara langsung bagaimana peristiwa tersebut berlangsung. "Pada tengah malam kemarin, mereka menargetkan gudang yang berisi perlengkapan medis untuk rumah sakit, dan pasukan pendudukan menghancurkannya sepenuhnya," kata Al-Daqran kepada Reuters, menegaskan bahwa seluruh isi dan bangunan fasilitas tersebut kini tidak lagi dapat digunakan.
Dampak dari serangan ini ternyata tidak hanya merusak fasilitas penyimpanan perlengkapan medis, tetapi juga berimbas langsung pada area tempat tinggal sementara bagi warga sipil. Seorang pengungsi yang berada di lokasi tersebut, Fatima Sharab, memberikan kesaksiannya mengenai situasi yang terjadi. Ia mengatakan bahwa serangan tersebut juga menghancurkan area yang selama ini menjadi tempat berlindung warga sipil di sekitar rumah sakit. Area yang hancur tersebut merupakan sebuah kamp pengungsian yang menampung banyak warga yang terdampak situasi di Gaza. Menurut penuturan Fatima Sharab, kamp tersebut dihuni oleh berbagai kalangan masyarakat yang sangat membutuhkan perlindungan. Tempat berlindung itu dihuni oleh orang-orang yang sedang dalam kondisi sakit, kelompok rentan, serta keluarga-keluarga pengungsi yang datang ke area sekitar rumah sakit dengan harapan dapat mencari dan mendapatkan perlindungan yang aman.
Arab Saudi Pusing Tujuh Keliling Hadapi Houthi, Maju Kena-Mundur Kena

Lebih lanjut, Fatima Sharab juga mengungkapkan rincian mengenai barang-barang krusial apa saja yang tersimpan di dalam lokasi yang hancur tersebut. Ia menyebut bahwa lokasi itu selama ini menjadi tempat penyimpanan berbagai kebutuhan penting bagi para pasien yang sedang menjalani perawatan medis. Kehilangan tempat penyimpanan ini berarti hilangnya akses terhadap barang-barang yang sangat dibutuhkan oleh pasien dengan kondisi medis khusus. Secara spesifik, ia menyebutkan bahwa di dalam fasilitas tersebut terdapat perlengkapan yang digunakan untuk menunjang perawatan penderita penyakit berat. Salah satu yang paling terdampak adalah perlengkapan yang digunakan untuk menunjang perawatan penderita gagal ginjal yang secara rutin harus menjalani prosedur medis dialisis. Hancurnya perlengkapan dialisis ini menambah panjang daftar kerugian material dan medis yang diakibatkan oleh ledakan di Deir Al-Balah tersebut.






