Berita Viral Terkini

Harapan Baru Siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Setelah Dua Tahun Menumpang Belajar

Wahyu SuryaniPublished 26 Jul 2026 - 00.250 Reads
Bagikan WhatsAppX
Harapan Baru Siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Setelah Dua Tahun Menumpang Belajar
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Bayangkan harus bersekolah di siang hari hingga menjelang petang, lalu kehilangan kesempatan untuk belajar mengaji di sore hari karena waktu yang tersita. Itulah kenyataan pahit yang harus dihadapi oleh para siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, selama hampir dua tahun terakhir. Sejak gedung sekolah mereka ambruk pada November 2024, anak-anak ini terpaksa menumpang belajar di sekolah lain. Harapan mereka untuk kembali ke ruang kelas yang layak sempat terhambat oleh keterbatasan anggaran daerah, sebelum akhirnya mendapat titik terang baru-baru ini.

Penundaan rehabilitasi sekolah-sekolah rusak di Jakarta ini erat kaitannya dengan penyesuaian finansial yang tengah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa kebijakan efisiensi anggaran serta pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) berdampak langsung pada program renovasi sekolah. Dari 22 sekolah yang awalnya direncanakan untuk direhabilitasi pada tahun 2026, hanya tujuh sekolah yang pada awalnya berhasil mengamankan alokasi anggaran belanja daerah.

Meskipun demikian, kondisi darurat di lapangan memaksa pemerintah untuk merombak skala prioritas mereka. Setelah meninjau langsung kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang memprihatinkan, Pramono memutuskan untuk menambah empat sekolah lagi ke dalam daftar prioritas pembangunan tahun ini. Dengan demikian, total ada 11 sekolah yang akan segera direnovasi, sementara 11 sekolah sisanya baru akan ditangani pada tahun 2027. Langkah cepat ini diambil demi menyelamatkan kegiatan belajar mengajar yang sudah terlalu lama terganggu.

Also Read

Ironi Rencana Utang Jakarta di Tengah Tumpukan Sisa Anggaran Daerah

Empat sekolah yang masuk dalam daftar prioritas tambahan tersebut adalah SDN Kebayoran Lama Selatan 09, SMAN 102 Jakarta, SDN Cempaka Putih Barat 03, serta SDN Papango 01 yang terintegrasi dengan TKN Papango 01. Untuk mendanai proyek darurat di empat lokasi ini, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran yang tidak sedikit, yakni mencapai sekitar Rp 249 miliar. Pramono menegaskan bahwa kondisi fisik keempat sekolah tersebut sudah sangat mengkhawatirkan sehingga pembangunannya tidak dapat ditunda lagi.

Bagi para wali murid seperti Evi (33), keputusan ini adalah jawaban dari doa-doa mereka selama ini. Evi masih mengingat jelas bagaimana bangunan sekolah tersebut perlahan runtuh saat libur Pilkada DKI Jakarta 2024. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun ambruknya lima ruangan penting membuat para siswa harus mengungsi ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 dan 12. Sistem belajar bergantian yang dimulai dari jam 1 siang hingga jam 5 sore telah mengganggu rutinitas anak-anak, termasuk aktivitas keagamaan mereka selepas sekolah.

Also Read

Pramono Anung Ubah Sistem Pengawasan Proyek Sekolah Usai Kasus Gedung Roboh

Kini, secercah harapan muncul seiring dengan komitmen dari pemerintah daerah. Evi mengungkapkan rasa syukurnya atas respons cepat dari Gubernur Pramono Anung dan langkah nyata dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang mulai turun tangan. Bagi para orang tua, dimulainya proyek renovasi ini bukan sekadar urusan perbaikan fisik gedung, melainkan tentang mengembalikan kenyamanan belajar dan masa kecil yang sempat terganggu bagi anak-anak mereka.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca