Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Politik

Hati yang Sama Tak Harus Berada dalam Satu Gerbong Pemerintahan

Bambang HandayaniDiterbitkan 25 Jul 2026 - 07.27 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Hati yang Sama Tak Harus Berada dalam Satu Gerbong Pemerintahan
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Presiden Prabowo Subianto sempat melontarkan sebuah pernyataan menarik dalam perayaan hari lahir PKB yang ke-28 di Jakarta pada Kamis malam, 23 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada dasarnya memiliki hati dan niat yang sama dengan pemerintahan saat ini. Menanggapi pandangan yang seolah menjadi sinyal untuk merajut kebersamaan dalam satu wadah kekuasaan tersebut, kubu partai berlambang banteng moncong putih ini memberikan jawaban yang lugas. Mereka menegaskan bahwa kesamaan visi untuk membangun bangsa sama sekali tidak mewajibkan seluruh elemen politik untuk melebur ke dalam satu gerbong pemerintahan yang sama.

Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo tampil untuk memberikan penjelasan filosofis terkait posisi partainya. Pada Jumat, 24 Juli 2026, mantan Gubernur Jawa Tengah ini membenarkan bahwa seluruh kekuatan politik di tanah air memang memikul tanggung jawab serupa. Tanggung jawab tersebut adalah menjaga keutuhan bangsa serta menjalankan amanat Undang-Undang Dasar 1945 beserta seluruh peraturan yang berlaku. Dalam konteks semangat kebangsaan, Ganjar mengakui bahwa partainya dan pemerintah memang berada pada frekuensi yang sama. Namun, ia memberikan penekanan bahwa cita-cita luhur yang beririsan ini tidak lantas menjadi alasan bagi semua partai politik untuk berbaris rapi di dalam struktur eksekutif.

Lebih jauh, Ganjar menarik benang merah pernyataan tersebut ke dalam prinsip dasar sistem demokrasi yang sehat. Menurutnya, sebuah negara demokrasi justru membutuhkan pembagian peran yang jelas antara pihak yang memegang kendali pemerintahan dan pihak yang bertindak sebagai kekuatan penyeimbang. Kehadiran entitas penyeimbang ini bukanlah wujud permusuhan, melainkan sebuah mekanisme esensial untuk memastikan fungsi kontrol berjalan dengan semestinya. Tanpa adanya pihak yang mengawasi dari luar, kekuasaan rentan kehilangan arah dan berpotensi tergelincir menuju jurang kekuasaan yang mutlak. Oleh karena itu, memilih berada di luar koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran adalah langkah sadar yang diambil demi menjaga kewarasan sistem ketatanegaraan.

Baca Juga

Pesan Prabowo ke Kontingen Asian Games 2026, Jaga Semangat Pantang Menyerah demi Bangsa

Pesan Prabowo ke Kontingen Asian Games 2026, Jaga Semangat Pantang Menyerah demi Bangsa

Meskipun mengambil jarak dari lingkar kekuasaan, Ganjar memastikan bahwa partainya tetap menaruh rasa hormat yang tinggi kepada Presiden sebagai kepala pemerintahan yang sah dan penerima mandat dari rakyat. Kritik yang nantinya akan dilontarkan oleh partainya murni bertujuan untuk menjaga agar setiap kebijakan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas dan tidak melenceng dari konstitusi, bukan untuk merongrong kewibawaan pemerintah. Mengenai kemungkinan perubahan arah politik di masa mendatang, ia menyerahkan sepenuhnya pada waktu. Satu hal yang ia pastikan, sikap politik partainya didasarkan pada komitmen menjaga demokrasi dan kepentingan rakyat, bukan karena tergoda oleh rayuan kekuasaan.

Pandangan serupa juga disuarakan oleh Ketua DPP PDIP lainnya, Deddy Sitorus. Ia membenarkan ucapan Prabowo bahwa partainya memiliki banyak kesamaan pandangan dengan pemerintah saat ini. Deddy mencontohkan bagaimana Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sejak lama telah memperjuangkan berbagai isu krusial yang kini juga menjadi fokus pemerintah. Isu-isu tersebut meliputi pemberantasan gizi buruk atau stunting pada anak dan ibu hamil, peningkatan kualitas pendidikan, ekonomi kerakyatan, hingga kedaulatan pangan dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Kesamaan titik fokus inilah yang justru membuat partainya merasa memiliki kewajiban moral untuk mengawal program-program tersebut agar tepat sasaran.

Baca Juga

Kebakaran di TPA Galuga Belum Padam Usai 3 Hari, Ini Kendalanya

Kebakaran di TPA Galuga Belum Padam Usai 3 Hari, Ini Kendalanya

Untuk memastikan pengawalan tersebut berjalan efektif, Deddy menilai posisi terbaik bagi partainya adalah tetap berdiri di luar pemerintahan. Jika mereka masuk ke dalam kabinet, fungsi kritis untuk memberikan masukan dan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah akan menjadi tumpul. Menjadi kekuatan penyeimbang di era saat ini dianggap sebagai sebuah tanggung jawab sejarah yang harus dipikul. Mereka berjanji akan selalu mendukung penuh kebijakan pemerintah yang terbukti membawa kebaikan bagi rakyat. Sebaliknya, jika ada hal-hal yang dirasa kurang pas atau berbeda arah, mereka tidak akan segan untuk tampil ke depan guna memberikan peringatan dan kritik yang membangun.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PDIPPrabowo SubiantoGanjar PranowoDemokrasiKoalisi

Berita Terbaru Lainnya

Kebakaran Landa Dapur Gizi dan Ruang Laundry RSSA MalangSolusi Perangkat Tanpa Modul Bawaan, Cara Memasang Bluetooth di Laptop dan MenghubungkannyaDugaan Keracunan MBG Dialami Ratusan Siswa di Pati, Kasus Serupa Terjadi di Bantul dan MadiunJaksa KPK Ungkap Ruangan Dirjen Bea Cukai Disegel, Tapi Ada yang CopotAlphard Tabrak Lari Berujung Kecelakaan Beruntun Parah di SurabayaMendag Wanti-Wanti UMKM Lokal, RI Diserbu Produk Asing Bermodal BesarDua Anggota DPRD Pemalang Dipanggil KPK Terkait Kasus Bupati AnomPesan Prabowo ke Kontingen Asian Games 2026, Jaga Semangat Pantang Menyerah demi Bangsa

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap