Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan perhatian khusus terhadap maraknya perilaku nirempati yang ditunjukkan oleh sebagian oknum tenaga kesehatan di media sosial. Menurut IDI, lontaran komentar yang dicibir oleh masyarakat luas tersebut dinilai sebagai dampak nyata dari kelelahan emosional atau burnout yang dialami oleh para tenaga medis. Selain faktor kelelahan emosional tersebut, fenomena perilaku nirempati ini juga dapat dipicu oleh kurangnya pemahaman mengenai profesionalisme digital (digital professionalism) di kalangan sebagian oknum tenaga kesehatan saat menggunakan platform digital.








