Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali aktivitas perdagangan dengan pergerakan di zona hijau pada hari Jumat (31/7). Berdasarkan data perdagangan pasar modal, indeks acuan saham domestik tersebut dibuka mengalami kenaikan sebesar 35,622 poin. Kenaikan poin tersebut setara dengan penguatan sebesar 0,58 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya. Dengan adanya penguatan ini, posisi IHSG pada pembukaan perdagangan pagi berhasil merangkak naik dan menempati level 6.221. Kinerja awal ini memberikan gambaran mengenai kondisi bursa saham pada awal sesi perdagangan hari tersebut.
Aktivitas transaksi saham di lantai bursa juga tercatat secara rinci melalui data yang dirilis oleh RTI Business. Berdasarkan laporan data RTI Business pada waktu yang sama, frekuensi saham yang ditransaksikan oleh para pelaku pasar mencapai sebanyak 78.961 kali. Dari sisi volume, total perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada awal sesi tersebut tercatat mencapai angka 1,329 miliar lembar saham. Keseluruhan volume saham yang ditransaksikan tersebut memiliki nilai total perdagangan yang mencapai Rp 534,688 miliar. Angka-angka ini menunjukkan tingkat partisipasi dalam transaksi pasar modal pada pagi itu.
Sementara itu, pergerakan nilai tukar mata uang di pasar valuta asing menunjukkan dinamika tersendiri. Nilai tukar rupiah pada hari ini dilaporkan bergerak melemah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Namun demikian, mengutip pemantauan data dari Bloomberg, terdapat catatan penguatan pada jam tertentu. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.00 WIB, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau berada di posisi Rp 18.055. Posisi tersebut menunjukkan bahwa rupiah menguat sebesar 56,00 poin, atau mengalami kenaikan persentase sebesar 0,331 persen pada waktu tersebut.
Serial Widow's Bay Mendominasi Emmy Awards 2026

Di tingkat regional, kondisi bursa saham Asia pada pagi hari menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Beberapa indeks saham utama di kawasan Asia mencatatkan penguatan yang signifikan. Di Jepang, Indeks Nikkei 225 bergerak positif dengan mencatatkan kenaikan yang terbilang tinggi, yakni sebesar 5,06 persen. Peningkatan persentase tersebut membawa Indeks Nikkei 225 melonjak hingga mencapai level 64.995. Tidak hanya di Jepang, tren positif juga terlihat di pasar saham China. Indeks SSE Composite di China dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 1,10 persen, yang menempatkan indeks tersebut pada level 3.846.
Berbanding terbalik dengan bursa saham di Jepang dan China, beberapa indeks utama di kawasan Asia lainnya justru bergerak di zona merah. Di Hong Kong, Indeks Hang Seng tidak mampu mempertahankan kinerja positif dan harus turun sebesar 0,57 persen. Penurunan tersebut membuat Indeks Hang Seng tergelincir ke level 25.711. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Asia Tenggara, tepatnya di Singapura. Indeks Straits Times di Singapura tercatat mengalami penurunan sebesar 0,96 persen, sehingga posisi indeks acuan negara tersebut berada di level 5.619 pada waktu perdagangan yang sama.
BEI Mulai Terapkan Skema Transaksi Short Selling secara Bertahap

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ini terus menjadi perhatian masyarakat luas di ibu kota. Di gedung Bursa Efek Indonesia yang berlokasi di Jakarta, warga terpantau secara langsung mengamati layar digital yang menampilkan grafik pergerakan pasar modal. Pemantauan layar digital yang menampilkan angka-angka pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersebut didokumentasikan pada hari Jumat (3/6/2026). Layar digital di Bursa Efek Indonesia ini menjadi salah satu fasilitas utama bagi publik untuk melihat secara langsung pergerakan indeks maupun saham-saham yang sedang ditransaksikan pada hari perdagangan tersebut.






