Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami pelemahan pada perdagangan hari Jumat (31/7). Pergerakan indeks saham domestik menjelang akhir pekan ini diperkirakan masih dibayangi oleh tekanan jual, meskipun terdapat sejumlah peluang untuk mengalami penguatan dalam jangka waktu pendek. Kondisi pasar saat ini menuntut para investor untuk tetap mencermati level-level psikologis yang menjadi penentu arah pergerakan indeks selanjutnya.
Proyeksi pelemahan ini muncul setelah IHSG mencatatkan kinerja yang sangat positif pada perdagangan hari sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Kamis (30/7) sore, indeks saham berhasil ditutup pada level 6.186. Pencapaian tersebut menandai penguatan IHSG sebesar 94,97 poin, yang setara dengan persentase kenaikan mencapai 1,56 persen jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan hari sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan adanya aksi beli yang cukup dominan dari para pelaku pasar sepanjang sesi perdagangan tersebut.
Berdasarkan data yang dirilis oleh RTI Infokom, aktivitas transaksi di lantai bursa pada hari Kamis terpantau cukup ramai. Nilai transaksi yang dilakukan oleh para investor mencapai angka Rp12,68 triliun. Tingginya nilai transaksi tersebut sejalan dengan volume saham yang diperdagangkan, yakni mencapai 26,81 miliar lembar saham. Tingkat partisipasi pelaku pasar yang tinggi ini memberikan gambaran mengenai likuiditas pasar yang terjaga dengan baik menjelang penutupan bulan.
Rincian pergerakan emiten pada penutupan perdagangan Kamis menunjukkan dominasi saham yang berada di zona hijau. Tercatat sebanyak 495 saham mengalami penguatan harga, memberikan dorongan utama bagi kenaikan IHSG. Sementara itu, terdapat 158 saham yang harus terkoreksi dan ditutup di zona merah. Di sisi lain, sebanyak 136 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga sama sekali dari level penutupan sebelumnya.
IHSG Melemah 1,43%, Kapitalisasi Pasar Bursa RI Susut Jadi Rp 11.446 T

Menanggapi dinamika pasar saat ini, Analis Teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan pandangannya terkait arah pergerakan indeks. Ia memperkirakan bahwa IHSG pada perdagangan hari ini masih bergerak dalam fase koreksi. Meskipun demikian, Herditya menegaskan bahwa peluang bagi indeks untuk mencatatkan penguatan jangka pendek tetap terbuka lebar bagi para pelaku pasar yang ingin memanfaatkan momentum.
Dalam analisis teknikalnya, Herditya menyebutkan bahwa area koreksi IHSG saat ini diperkirakan berada pada rentang 5.970 hingga 6.029. Rentang ini menjadi titik krusial yang perlu diperhatikan. Namun, apabila indeks ternyata mampu mengumpulkan momentum dan bergerak menguat, Herditya menilai IHSG memiliki peluang yang cukup besar untuk menguji area resistansi yang berada di kisaran 6.172 hingga 6.219.
Lebih rinci lagi, Herditya memproyeksikan pergerakan IHSG hari ini akan tertahan pada rentang support di level 6.007 dan 5.839. Sementara itu, untuk level resistance diproyeksikan berada di angka 6.266 dan 6.377. Berdasarkan proyeksi pergerakan teknikal tersebut, ia merekomendasikan sejumlah saham pilihan yang dinilai memiliki potensi menarik, yakni saham AADI, BBRI, DEWA, dan TINS.
Pandangan yang sedikit berbeda namun saling melengkapi datang dari Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova. Ia memperkirakan bahwa indeks saham masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini. Kendati demikian, Ivan memberikan catatan penting bahwa ruang kenaikan indeks diperkirakan akan sangat terbatas, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan oleh para investor.
BAKN Minta Pemerintah Siapkan Plan B Pengalihan Utang KCIC untuk Lindungi Keuangan KAI

Menurut analisis yang disampaikan oleh Ivan, pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada kemampuannya menembus level-level tertentu. Apabila indeks mampu menembus level resistance minor yang berada di posisi 6.199, maka IHSG berpeluang untuk melanjutkan kenaikannya guna mengisi celah atau gap yang saat ini berada di area 6.268 hingga 6.306. Penembusan level ini bisa menjadi sinyal positif bagi pergerakan selanjutnya.
Walau begitu, Ivan juga mengingatkan mengenai potensi pembalikan arah. Ia menegaskan bahwa selama posisi IHSG masih berada di bawah level psikologis 6.400, maka penguatan yang terjadi diperkirakan hanya bersifat terbatas. Kondisi penguatan terbatas ini berpotensi tinggi untuk kembali diikuti oleh fase koreksi, sehingga investor disarankan untuk tidak terlalu agresif dalam mengambil posisi.
Untuk panduan perdagangan hari ini, Ivan memprediksi IHSG akan bergerak dengan menguji level support di angka 6.020, 5.887, dan 5.752. Sementara itu, untuk level resistance diproyeksikan berada pada deretan angka 6.199, 6.545, 6.688, serta 6.835. Sejalan dengan analisis teknikal tersebut, Ivan merekomendasikan beberapa saham yang patut dicermati oleh para pelaku pasar, di antaranya adalah saham AMRT, BBNI, BRPT, dan BUMI.






