Pasar modal Indonesia harus merelakan akhir pekan ini dimulai dengan warna merah yang cukup pekat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat sepanjang paruh pertama perdagangan pada hari Jumat (24/7). Indeks acuan tersebut langsung terjerembap ke zona merah sejak pembukaan perdagangan dan ditutup melemah signifikan sebesar 1,75 persen atau kehilangan 110,67 poin, menempatkannya di posisi 6.204 pada akhir sesi pertama.
Sejak bel pembukaan berbunyi, pergerakan indeks memang sudah menunjukkan tanda-tanda kelemahan dengan dibuka pada level 6.266. Meskipun sempat menyentuh titik tertinggi harian di level 6.268, tekanan jual yang masif terus menekan IHSG hingga sempat terpuruk ke level terendahnya di angka 6.161. Kondisi pasar yang lesu ini tercermin dari dominasi saham-saham yang berguguran, di mana sebanyak 594 saham mencatat penurunan harga, sementara hanya 80 saham yang mampu menguat dan 115 saham lainnya bergerak stagnan. Total kapitalisasi pasar pada paruh hari tersebut tercatat berada di angka Rp10.893,766 triliun.
Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Layanan Hukum demi Lindungi UMKM dan Musisi

Pelemahan tajam ini tidak lepas dari aksi lepas portofolio yang dilakukan oleh para pemodal internasional. Berdasarkan data RTI Business, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) dengan nilai total mencapai Rp1,22 triliun. Aliran modal keluar ini terbagi di dua pasar utama, yakni penjualan bersih sebesar Rp712,21 miliar di pasar reguler, serta aksi jual bersih senilai Rp512,07 miliar di pasar negosiasi dan tunai. Tekanan jual dari luar negeri ini menjadi motor utama yang menyeret indeks ke zona merah meskipun volume transaksi di lantai bursa terbilang cukup ramai.
Menariknya, di tengah gempuran aksi jual asing, aktivitas perdagangan justru sangat didominasi oleh pelaku pasar domestik. Dari total volume perdagangan yang mencapai 63,3 miliar saham secara keseluruhan, investor lokal menguasai porsi mayoritas hingga 81,79 persen atau setara dengan 51,77 miliar saham. Sementara itu, investor asing hanya berkontribusi sebesar 18,21 persen atau sekitar 11,53 miliar saham. Keaktifan investor lokal juga terlihat jelas dari frekuensi transaksi yang mencapai total 3.188.552 kali, di mana investor domestik mendominasi sebesar 85,94 persen atau sekitar 2,74 juta kali transaksi dibandingkan asing yang hanya 14,06 persen atau sekitar 448.310 kali transaksi.
Menteri Pertanian Siapkan Nama Calon Wakil Menteri Baru Pendampingnya

Dominasi lokal ini juga tecermin dari nilai transaksi yang mencapai Rp23,9 triliun secara keseluruhan. Investor domestik menyumbang 72,99 persen dari nilai tersebut dengan mencatatkan pembelian sebesar Rp18,1 triliun, sedangkan investor asing berkontribusi 27,01 persen dengan nilai pembelian Rp5,9 triliun. Meskipun demikian, pada sesi pertama saja, transaksi yang terealisasi secara umum telah mencatatkan volume 24,60 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,51 triliun lewat 1,45 juta kali frekuensi perdagangan. Dominasi lokal yang kuat ini ternyata belum mampu menahan laju penurunan indeks akibat tekanan jual asing yang masif pada hari tersebut.






